Pengertian Trimpot
Trimpot adalah singkatan dari potensiometer trimmer. Ini merupakan jenis resistor yang dapat diatur nilainya dan biasanya ditemukan dalam proyek desain elektronik.
Secara prinsip, peran trimpot dalam suatu rangkaian adalah memberikan kendali yang akurat terhadap tingkat tegangan sinyal keluaran. Pada dasarnya, trimpot mengatur total resistansi di dalamnya.
Saat dipasang pada papan rangkaian PCB trimpot dapat diatur ulang menggunakan obeng untuk mengubah nilai resistansinya.
Ketika trimpot digunakan sebagai jenis resistor variabel (dihubungkan sebagai rheostat), mereka juga sering disebut resistor preset.
Bahan yang digunakan dalam trek resistif trimpot beragam, tetapi yang paling umum adalah komposisi karbon atau cermet.
Fungsi Trimpot
Fungsi utama Trimpot serupa dengan potensiometer konvensional, yaitu untuk mengatur resistansi atau tahanan dalam suatu rangkaian listrik. Namun, ada beberapa perbedaan penting dalam penggunaan dan aplikasi Trimpot.
Dalam banyak aplikasi, trimpot digunakan untuk mengatur parameter seperti kecerahan layar, volume suara, atau parameter lainnya yang dapat disesuaikan. Prinsip kerja ini memungkinkan trimpot untuk menjadi komponen yang sangat berguna dalam menghasilkan nilai resistansi yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan, dan ini merupakan aspek penting dalam desain sirkuit elektronik.
Jenis-Jenis Trimpot
Trimpot terbagi menjadi dua jenis, yaitu single turn trimpot dan multi-turn trimpot. Berikut adalah penjelasannya.
1. Single Turn Trimpot
Trimpot putaran tunggal merupakan jenis yang paling umum digunakan. Trimpot putaran tunggal hanya memiliki satu putaran penuh, sehingga resolusinya terbatas pada satu siklus putaran. Jenis trimpot ini adalah varian resistor variabel yang paling ekonomis, sehingga tidak mengherankan banyak yang menggunakannya.
2. Multi-Turn Trimpot
Trimpot Multi-Putaran merupakan jenis trimpot yang digunakan untuk mencapai resolusi penyesuaian yang lebih tinggi. Jumlah putaran pada trimpot multi-putaran bervariasi, umumnya antara 5 hingga 25 putaran. Namun, yang sering digunakan adalah varian dengan 5, 12, atau 25 putaran. Trimpot multi-putaran sering dirancang dengan menggunakan mekanisme berupa roda gigi cacing (rotary track) atau ulir pemutar (linear track) untuk mencapai resolusi yang lebih tinggi. Karena konstruksi dan proses pembuatannya yang lebih kompleks, trimpot jenis ini lebih mahal daripada trimpot putaran tunggal.
Cara Membaca Nilai Hambatan Trimpot?
Trimpot, sama seperti komponen elektronika lainnya, dapat diukur menggunakan Ohmmeter. Namun, untuk memudahkan pembacaan nilai hambatan pada trimpot, umumnya terdapat kode yang mengindikasikan nilai hambatannya. Berikut adalah daftar kode trimpot yang sering digunakan beserta nilai hambatannya:
Kode trimpot 100 memiliki nilai hambatan 10 Ohm.
Kode trimpot 200 memiliki nilai hambatan 20 Ohm.
Kode trimpot 500 memiliki nilai hambatan 50 Ohm.
Kode trimpot 101 memiliki nilai hambatan 100 Ohm.
Kode trimpot 201 memiliki nilai hambatan 200 Ohm.
Kode trimpot 501 memiliki nilai hambatan 500 Ohm.
Kode trimpot 102 memiliki nilai hambatan 1K Ohm.
Kode trimpot 202 memiliki nilai hambatan 2K Ohm.
Kode trimpot 502 memiliki nilai hambatan 5K Ohm.
Kode trimpot 103 memiliki nilai hambatan 10K Ohm.
Kode trimpot 203 memiliki nilai hambatan 20K Ohm.
Kode trimpot 253 memiliki nilai hambatan 25K Ohm.
Kode trimpot 503 memiliki nilai hambatan 50K Ohm.
Kode trimpot 104 memiliki nilai hambatan 100K Ohm.
Kode trimpot 204 memiliki nilai hambatan 200K Ohm.
Kode trimpot 254 memiliki nilai hambatan 250K Ohm.
Kode trimpot 504 memiliki nilai hambatan 500K Ohm.
Kode trimpot 105 memiliki nilai hambatan 1M Ohm.
Kode trimpot 205 memiliki nilai hambatan 2M Ohm.
Kode trimpot 505 memiliki nilai hambatan 5M Ohm.