Rabu, 30 Juli 2025

MOSFET

MOSFET ( Metal Oxide Semiconduction Field Effect Transistor )

adalah suatu transistor dari bahan semikonduktor(silikon) dengan tingkat konsentrasi ketidakmurnian tertentu .Tingkat dari ketidakmurnian ini menentukan jenis transistor tersebut,yaitu transistor MOSFET tipe-N (NMOS) dan transistor MOSFET tipe-P (PMOS).Metal Oxide Semikonduktor FET (MOSFET) adalah suatu jenis FET yang mempunyai satu drain,satu source dan satu atau dua gate.MOSFET mempunyai input impedansi yang sangat tinggi ,oleh karena itu MOSFET hanya digunakan pada bagian-bagian yang benar-benar memerlukannya.Penggunaanya misalnya sebagai RF amplifier pada receiver untuk memperoleh amplifikasi yang tinggi dengan desah yang rendah.

Contoh simbul MOSFET


Bahan silikon pada MOSFET digunakan sebagai landasan (substrat) dari penguras (drain),sumber (source), dan gerbang (gate).Selanjutnya transistor dibuat sedemikian rupa agar antara substrat dan gerbangnya dibatasi oleh oksida silikon yang sangat tipis .Lapisan oksidasi pada MOSFET berfungsi untuk menghambat hubungan listrik antara terminal gerbang dengan salurannya.Lapisan oksida ini diendapkan di atas sisi kiri dari kanal,sehingga transistor MOSFET akan mempunyai kelebihan dibanding dengan transistor BJT (Bipolar Junction Transistor),yaitu menghasilkan disipasi daya yang rendah.

Gate pada MOSFET terbuat dari bahan metal seperti aluminium.Oleh karena itu transistor MOSFET dinamakan metal-oxide.Terminal atau elektroda gerbangnya adalah sepotong logam yang permukaannya dioksidasi.Oleh karena itu ,MOSFET sering juga disebut Insulated-Gate FET (IGFET).Karena lapisan oksidasi ini bertindak sebagai dielektrik, maka pada dasarnya tidak akan terjadi aliran arus antara gerbang dan saluran. Dengan demikian impedansi input pada MOSFET menjadi sangat tinggi dan jauh melebihi impedansi input pada JFET. 

Pada beberapa jenis MOSFET impedansi dapat mencapai triliunan ohm (1012 ohm). Dalam Bahasa Indonesia. MOSFET disebut juga Transistor efek medan semikonduktor logam-oksida. Salah satu kelemahan pada MOSFET adalah tipisnya lapisan oksidasi sehingga sangat rentan rusak karena adanya pembuangan elektrostatik (elektrostatik discharge. 

Kelebihan dan Kelemahan FET

 Jika dibandingkan dengan transistor bipolar ,FET memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan.Salah satu kelebihan FET adalah dapat bekerja dengan baik pada rangkaian elektronika yang bersinyal rendah seperti pada perangkat komunikasi dan alat-alat penerima (receiver).FET juga sering digunakan pada rangkaian-rangkaian elektronika yang memerlukan impedansi yang tinggi.Namun pada umumnya ,FET tidak dapat digunakan padfa perangkat atau rangkaian elektronika yang bekerja untuk penguatan daya tinggi seperti pada perangkat komunikasi berdaya tinggi dan alat-alat pemancar(transmiter).

Contoh alat-alat penerima (receiver)

Contoh alat-alat pemancar (transmitter)


Lanjut klik MOSFET




Rabu, 23 Juli 2025

JFET (Junction Field Effect Transistor)

 Apa itu JFET?

JFET (Junction Field Effect Transistor) adalah transistor efek medan yang menggunakan arus listrik dikendalikan oleh tegangan listrik, bukan oleh arus seperti pada BJT (Bipolar Junction Transistor). JFET merupakan transistor unipolar, artinya hanya melibatkan satu jenis pembawa muatan: elektron (untuk N-channel) atau hole (untuk P-channel).

Struktur Dasar JFET

Terdiri dari tiga terminal:

  • Gate (G): terminal kontrol (diberi tegangan)
  • Source (S): tempat masuknya pembawa muatan
  • Drain (D): tempat keluarnya pembawa muatan

Dua Jenis JFET:

  1. N-channel JFET: menggunakan elektron sebagai pembawa muatan mayoritas (lebih umum)
  2. P-channel JFET: menggunakan hole sebagai pembawa muatan mayoritas

Catatan: N-channel lebih banyak digunakan karena mobilitas elektronnya lebih tinggi. 

Cara Kerja JFET (N-channel)

1. Tanpa Tegangan Gate (V<sub>GS</sub> = 0):

  • JFET dalam kondisi aktif (ON).
  • Arus mengalir dari Drain ke Source (I<sub>D</sub>) melalui kanal sempit N.
  • P-N junction (antara Gate dan kanal) dalam kondisi reverse bias.

2. Diberi Tegangan Negatif di Gate (V<sub>GS</sub> < 0):

  • Lebar daerah deplesi meningkat, mempersempit kanal.
  • Arus Drain (I<sub>D</sub>) menurun.
  • Jika V<sub>GS</sub> terlalu negatif, kanal tertutup sepenuhnya → JFET mati (OFF) → disebut V<sub>GS(off)</sub>.

Karakteristik JFET

  • I<sub>DSS</sub>: Arus maksimum Drain saat Gate-Source = 0
  • V<sub>GS(off)</sub>: Tegangan di mana arus Drain turun menjadi 0
  • g<sub>m</sub> (Transconductance): Mengukur perubahan I<sub>D</sub> terhadap perubahan V<sub>GS</sub>

Persamaan I<sub>D</sub> dalam daerah aktif:



 Aplikasi JFET

·         Penguat sinyal kecil (amplifier)

·         Saklar elektronik

·         Buffer (karena input impedance sangat tinggi)

·         Osilator dan rangkaian filter

Kekurangan JFET

·         Gain lebih rendah dibanding BJT

·         Kurang cocok untuk switching berkecepatan tinggi dibanding MOSFET

·         Rentan terhadap kerusakan akibat tegangan lebih (karena gate reverse bias)

Parameter

JFET

BJT

Jenis kontrol

Tegangan (Voltage)

Arus (Current)

Impedansi input

Sangat tinggi

Rendah

Noise

Lebih rendah

Lebih tinggi

Konsumsi daya

Lebih hemat

Lebih boros

Catatan Tambahan

·         JFET tidak memiliki lapisan oksida seperti MOSFET, sehingga gate-nya lebih tahan terhadap elektrostatik.

·         Cocok untuk penguat impedansi tinggi, misalnya dalam instrumen audio dan alat ukur sensitif.

 Prinsip Kerja JFET

Transistor JFET bekerja berdasarkan prinsip pengendalian arus listrik melalui medan listrik, dengan tegangan antara gate dan source (V<sub>GS</sub>) yang mengatur lebar kanal konduksi antara drain dan source.

Struktur Dasar N-Channel JFET

Sebelum memahami prinsip kerjanya, penting tahu strukturnya:

·         Kanal N: tempat arus utama mengalir dari Drain ke Source.

·         Sisi kanal dilapisi material P-type yang membentuk junction P-N dengan kanal.

·         Gate dihubungkan ke sisi P-type.

·         Gate-Source diberi bias mundur (reverse bias).

Alur Kerja JFET N-Channel (Langkah demi Langkah)

1. Tanpa Tegangan Gate (V<sub>GS</sub> = 0)

·         Kanal N terbuka lebar.

·         Arus I<sub>D</sub> (Drain Current) mengalir bebas dari Drain ke Source.

·         Hanya tegangan Drain-Source (V<sub>DS</sub>) yang diberikan.

·         Daerah deplesi kecil karena Gate dan Source setara.

2. Diberi Tegangan Gate Negatif (V<sub>GS</sub> < 0)

·         Gate diberi bias negatif terhadap Source.

·         Daerah deplesi (non-konduktif) di junction P-N melebar ke dalam kanal N.

·         Kanal menjadi lebih sempit → arus Drain berkurang.

3. Titik Penjepit (Pinch-Off)

·         Saat V<sub>DS</sub> meningkat cukup besar, akan muncul titik di mana kanal menyempit total di satu titik, tapi arus I<sub>D</sub> tetap konstan.

·         Titik ini disebut pinch-off voltage (V<sub>P</sub>).

·         Walaupun V<sub>DS</sub> naik, I<sub>D</sub> tidak berubah → transistor memasuki daerah aktif (saturation region).

4. V<sub>GS</sub> Terlalu Negatif (V<sub>GS</sub> = V<sub>GS(off)</sub>)

·         Kanal tertutup sepenuhnya.

·         Arus Drain terhenti (I<sub>D</sub> ≈ 0).

·         Kondisi ini disebut cut-off.

Kurva Karakteristik Umum

I<sub>D</sub> vs V<sub>DS</sub> (untuk beberapa nilai V<sub>GS</sub>):

·         Saat V<sub>GS</sub> = 0: I<sub>D</sub> maksimum (disebut I<sub>DSS</sub>)

·         Saat V<sub>GS</sub> = V<sub>GS(off)</sub>: I<sub>D</sub> ≈ 0

·         Di antara keduanya, arus menurun kuadratis:



Aspek

Penjelasan

Kontrol arus

Dilakukan oleh tegangan gate-source (VGS), bukan oleh arus gate

Impedansi Input

Sangat tinggi (gate di-reverse bias)

Kanal

Dipersempit oleh medan listrik dari gate

Arah Arus

Mengalir dari Drain → Source (N-channel), sebaliknya untuk P-channel

Kondisi OFF

Ketika kanal benar-benar tertutup oleh daerah deplesi

Transistor aktif

Saat kanal cukup terbuka dan ID stabil

Perbandingan Sederhana

Ibarat keran air:

·         Arus air = I<sub>D</sub>

·         Pipa = kanal semikonduktor

·         Pegangan keran = tegangan gate

Semakin negatif V<sub>GS</sub> → semakin "tertutup" kanal → air makin kecil → sampai tertutup penuh

Pengertian FET

Senin, 21 Juli 2025

Produksi Massal

 A. Hakikat dan Konsep Produksi Massal

1. Pengertian Produksi Massal

 Produksi adalah kegiatan menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Sedangkan massal berarti mengikut sertakan atau melibatkan banyak orang. Sehingga produksi massal adalah kegiatan memproduksi barang tertentu yang sudah ditentukan standar spesifikasinya dalam jumlah besar melalui serangkaian operasi yang sama dengan produk sebelumnya.

2. Ciri-ciri Produksi Massal 

a. Produk yang dihasilkan dalam jumlah besar

b. Biaya per unit rendah

c. Bertujuan menguasai pasar 

d. Dijual di pasar bebas 

e. Hampir tidak ada variasi produk 

f. Harus ada stok untuk memenuhi kebutuhan saat massa tunggu

Bila terjadi kelebihan produk (over production) perusahaan akan memaksa pasar dengan melakukan promosi, discount, hadiah dll, agar produk cepat terserap.

3. Kelebihan dan Kekurangan Produksi Massal 

Kelebihan: 

a. Hemat biaya 

b. Efisiensi waktu 

c. Tingkat keakuratan tinggi 

d. Tingkat produksi cepat 

Sedangkan kekurangannya adalah

a. Kegiatan produksi sangat kaku 

b. Kurang beragamnya variasi produk 

c. Biaya mesin mahal 

d. Tidak ada jaminan produk akan laris dipasaran

B. Perencanaan Produksi Massal

1. Pengertian Perencanaan Produksi

Perencanaan produksi dapat diartikan sebagai proses untuk memproduksi barang pada suatu periode sesuai yang telah dijadwalkan melalui pengelolaan sumber daya seperti tenaga kerja, bahan baku, dan peralatan. Perencanaan produksi berguna untuk mengarahkan seluruh aktivitas rutin tenaga kerja.

2. Ruang Lingkup Perencanaan Produksi

Menurut Sukaria Simulingga (2013), perencanaan produksi meliputi kegiatan-kegiatan

berikut:

a. Mempersiapkan rencana produksi

b. Membuat jadwal penyelesain produk

c. Merencanakan produksi dan pengadaan bahan dari luar

d. Menjadwalkan proses operasi tiap unit

e. Menyampaikan jadwal pada pemesan

3. Tujuan dan Fungsi perencanaan Produksi

Tujuan:

a. Meminimalkan biaya serta memaksimalkan keuntungan

Salah satu tujuan perencanaan produk massal, yaitu meminimalkan biaya produksi dan memaksimalkan keuntungan. Dengan membuat perencanaan produk, maka akan dioptimalkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam proses produksi, seperti penyediaan bahan baku, tenaga kerja dan yang lainnya

b. Memaksimalkan kepuasan pelanggan

Tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk merupakan tujuan dari perencanaan semakin besar tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk, maka semakin mudah bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan ,sebaliknya semakin pelanggan tidak puas terhadap produk, maka akan semakin sulit bagi perusahaan mendapatkan keuntungan dari produk tersebut.

c. Meminimalkan perubahan nilai produksi

Perencanaan produksi yang tepat akan menimbulkan resiko kehilangan nilai produksi suatu produk, contohnya, perusahaan bahan baku di gudang harus diproduksi sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan.

d. Meminimalkan perubahan tenaga kerja

Perencanaan produksi yang baik juga akan menentukan berapa banyak tenaga kerja yang harus digunakan untuk menghasilkan suatu produk. Dengan perencanaan yang berkaitan dengan tenaga kerja tersebut, maka biaya tenaga kerja-pun bisa diminamalkan.

e. Memaksimalkan perlengkapan dan inventaris pabrik

Dengan perencanaan produk yang baik berarti penggunaan perlengkapan yang terdapat dalam pabrik-pun di maksimalkan

Fungsi dari perencanaan produksi adalah :

a. Menjamin rencana produksi dan pemasaran produk

Perencanaan yang tepat mampu memudahkan perusahaan untuk menjamin rencana penjualan produk kepada konsumen sesuai dengan rencana yang tepat.

b. Mengukur kapasitas produksi yang konsisten terhadap rencana produksi. Perencanaan produksi sangat tepat digunakan untuk mengukur seberapa besar perusahaan mampu untuk memperproduksi barang serupa dari waktu ke waktu.

c. Alat untuk memonitor hasil produksi

Fungsi lainnya dari pembuatan perencanaan produksi, yaitu memudahkan perusahaan dalam memonitor hasil produksinya secara akurat

Rabu, 16 Juli 2025

Pengertian Field Effect Transistor (FET)

 


Pengertian, Cara Kerja dan Jenis-jenis Field Effect Transistor (FET) – Field Effect Transistor atau disingkat dengan FET adalah komponen Elektronika aktif yang menggunakan Medan Listrik untuk mengendalikan Konduktifitasnya. Field Effect Transistor (FET) dalam bahasa Indonesia disebut dengan Transistor Efek Medan.

Dikatakan Field Effect atau Efek Medan karena pengoperasian Transistor jenis ini tergantung pada tegangan (medan listrik) yang terdapat pada Input Gerbangnya. FET merupakan Komponen Elektronika yang tergolong dalam keluarga Transistor yang memilki Tiga Terminal Kaki yaitu Gate (G), Drain (D) dan Source (S).

Field Effect Transistor atau FET memiliki fungsi yang hampir sama dengan Transistor bipolar pada umumnya. Perbedaannya adalah pada pengendalian arus Outputnya. Arus Output (IC) pada Transistor Bipolar dikendalikan oleh arus Input (IB) sedangkan Arus Output (ID) pada FET dikendalikan oleh Tegangan Input (VG) FET. 

Jadi perlu diperhatikan bahwa perbedaan yang paling utama antara Transistor Bipolar (NPN & PNP) dengan Field Effect Transistor (FET) adalah terletak pada pengendalinya (Bipolar menggunakan Arus sedangkan FET menggunakan Tegangan).

Field Effect Transistor ini sering disebut juga dengan Unipolar Transistor atau Transistor Eka Kutup, hal ini dikarena FET adalah Transistor yang bekerja bergantung dari satu pembawa muatan saja, apakah itu Elektron maupun Hole. Sedangkan pada Transistor Bipolar (NPN & PNP) pada umumnya, terdapat dua pembawa muatan yaitu Elektron yang membawa muatan Negatif dan Hole sebagai pembawa muatan Positif.

Field Effect Transistor (FET) atau Transistor Efek Medan ini diciptakan dan dipatenkan oleh Julius Edgar Lilienfeld pada tahun 1926 dan juga oleh Oscar Hell di tahun 1934.

FET terdiri dari empat bagian diantaranya sebagai berikut.

  1. Sumber (source) adalah terminal dimana pembawa muatan memasuki kanal untuk menyediakan arus dalam kanal .Arus sumber diberi simbul IS.Sumber atau source ekivalen dengan emiter pada BJT.
  2. Penguras (drain) adalah terminal dimana arus meninggalkan kanal.Arus drain diberi simbul ID.Drain ekivalen dengan Collector pada BJT.
  3. Gerbang (gate). Elektroda ini berfungsi mengendalikan konduktivitas kanal antara source dengan drain.Tegangan sinyal input umumnya diberikan ke gate.Tegangan gate diberi simbul VG.Gate ekivalen dengan Basis pada BJT,tetapi tegangan gate mengendalikan medan listrik dalam kanal ,sementara arus basis mengendalikan arus kolektor dalam BJT.
  4. Kanal (channel) adalah saluran penghubung antara source dengan drain yang memungkinkan muatan bergerak dari source ke drain.
    Mekanisme kerja transistor ini berbeda dengan transistor BJT.Pada transistor FET ,arus yang dihasilkan /dikontrol dari drain(analogi dengan kolektor pada BJT),dilakukan oleh tegangan antara gate dan source (analogi dengan base dan emiter pada BJT).Bandingkan dengan arus pada base  yang digunakan untuk menghasilkan arus kolektor pada transistor BJT.Jadi ,FET adalah transistor transistor yang berfungsi sebagai konverter tegangan ke arus .Secara umum komponen ini komponen ini terbagi menjadi dua,yaitu N-Channel da P-Channel.Tetapi berdasarkan teknologi pembuatannya komponen ini juga terbagi menjadi dua yaitu JFET (Junction Field Effect Transistor) dan MOSFEET (Metal Oxide Semiconduction Field Effect Transistor)

Minggu, 06 Juli 2025

Penjelasan Singkat STM32 dan Cara Kerjanya

 

🔧 APA ITU STM32?

STM32 adalah keluarga mikrokontroler berbasis ARM Cortex-M yang dikembangkan oleh perusahaan STMicroelectronics. Mikrokontroler ini sangat populer di dunia embedded system karena:

  • Performa tinggi

  • Konsumsi daya rendah

  • Harga terjangkau

  • Banyak varian untuk berbagai kebutuhan

📦 STM32 dalam Berbagai Varian:

STM32 terbagi menjadi beberapa seri, antara lain:

Seri Cortex Kelebihan
STM32F1 M3 Umum dan serbaguna
STM32F4 M4 Performa tinggi dengan DSP
STM32L4 M4 Ultra low power
STM32G4 M4 Cocok untuk motor control
STM32H7 M7 Sangat tinggi performa

⚙️ BAGIAN UTAMA DALAM STM32

Setiap chip STM32 biasanya memiliki:

  1. CPU Core (ARM Cortex-M)

  2. Memori Flash (untuk menyimpan program)

  3. RAM

  4. GPIO (General Purpose Input Output)

  5. Timer

  6. ADC/DAC (Analog to Digital / Digital to Analog Converter)

  7. Komunikasi: USART, SPI, I2C, CAN, USB, dll.

  8. Peripheral tambahan: Watchdog, RTC, PWM, DMA, dll.


🔄 CARA KERJA STM32

1. Power ON

Ketika STM32 diberi daya, prosesor mulai dari alamat memori yang ditentukan dalam vector table.

2. Booting & Eksekusi

  • Bootloader bisa menjalankan firmware dari Flash, RAM, atau USB (tergantung konfigurasi pin BOOT).

  • CPU mengeksekusi instruksi dari Flash, satu per satu.

3. Loop Program

Program utama biasanya ada dalam loop (while(1)) yang terus berjalan selamanya. Semua logika dan kontrol sistem diletakkan di dalam loop ini.

int main(void){

  // Inisialisasi

  while(1){

    // Proses berulang (looping)

  }

}


4. Interupsi

STM32 mendukung interrupt: ketika ada event seperti tombol ditekan, sinyal komunikasi masuk, atau overflow timer, CPU bisa "lompat" ke fungsi khusus untuk menangani itu (ISR - Interrupt Service Routine).


🔌 CONTOH SIKLUS APLIKASI SEDERHANA

Misalnya: LED menyala-mati tiap 1 detik

  1. GPIO dikonfigurasi sebagai OUTPUT.

  2. Timer dikonfigurasi menghitung 1 detik.

  3. Dalam loop:

    • Set GPIO → LED menyala

    • Tunggu 1 detik (delay)

    • Reset GPIO → LED mati

    • Tunggu lagi


🧰 CARA MENGGUNAKAN STM32 (Alur Pengembangan)

1. Hardware:

  • Board STM32 (misalnya: STM32F103C8T6 “Blue Pill”)

  • Programmer/debugger (misalnya: ST-Link V2)

  • Kabel USB

  • Sensor/LED/buzzer, dll

2. Software (Tools):

  • STM32CubeIDE (resmi dari ST, untuk coding, build, dan debug)

  • STM32CubeMX (GUI untuk setup awal pin, clock, peripheral)

  • Compiler (GCC)

  • Flash tool (ST-Link Utility)

3. Langkah Pemrograman:

  1. Desain konfigurasi di STM32CubeMX

  2. Generate kode dasar

  3. Tambah program di main.c

  4. Kompilasi dan build project

  5. Flash ke board via ST-Link

  6. Debug dan uji langsung di board


📌 KELEBIHAN STM32

✅ Performa tinggi
✅ Banyak pilihan seri dan harga
✅ Komunitas besar
✅ Dukungan software resmi
✅ Cocok untuk industri dan hobi


📘 CONTOH PROYEK DENGAN STM32

  • Alat ukur suhu dengan sensor dan OLED

  • Kontrol motor servo dengan PWM

  • Sistem alarm dengan PIR sensor

  • Data logger dengan SD card

  • Komunikasi IoT via WiFi atau Bluetooth

 1. DIAGRAM BLOK STM32 (Umum)

Berikut diagram blok konseptual STM32 (misalnya STM32F1):

             +---------------------------+

             |        CPU (Cortex-M3)    |

             +---------------------------+

                       |        |

   +-------------------+        +--------------------+

   |                                          |

+----------+      +-----------+       +--------------+

|   FLASH  |      |    RAM    |       |   DMA        |

|  Memory  |      |  (Data)   |       | (Data mover) |

+----------+      +-----------+       +--------------+

   |                |                        |

   |                |                        |

   V                V                        V

+--------------------------------------------------+

| Peripherals:                                     |

| - GPIO (I/O)      - ADC / DAC                    |

| - Timer / PWM     - USART / UART / SPI / I2C     |

| - RTC / WDT       - NVIC (Interrupt Controller)  |

+--------------------------------------------------+

                      |

                      V

               Physical Pins (GPIO, Power, GND, dll)



💡 2. CONTOH PROGRAM STM32: LED BLINK

Berikut contoh kode C untuk menyalakan dan mematikan LED setiap 1 detik:

#include "stm32f1xx.h"  // Atau sesuai tipe STM32 yang dipakai


void delay_ms(uint32_t ms){

    for(uint32_t i=0; i<ms*8000; i++);  // Kasar (bisa diganti timer)

}


int main(void){

    // Aktifkan clock untuk GPIOC

    RCC->APB2ENR |= RCC_APB2ENR_IOPCEN;


    // Set PC13 sebagai output push-pull

    GPIOC->CRH &= ~GPIO_CRH_MODE13; // clear

    GPIOC->CRH |= GPIO_CRH_MODE13_0; // output 10 MHz

    GPIOC->CRH &= ~GPIO_CRH_CNF13;


    while(1){

        GPIOC->ODR ^= GPIO_ODR_ODR13;  // Toggle LED

        delay_ms(1000);

    }

}



📡 3. CONTOH KOMUNIKASI UART (USART)

Untuk mengirim data via USART1 (TX di PA9):

Inisialisasi USART1:

void USART1_Init(void) {
    RCC->APB2ENR |= RCC_APB2ENR_IOPAEN | RCC_APB2ENR_USART1EN;
    
    // PA9 sebagai TX
    GPIOA->CRH &= ~GPIO_CRH_CNF9;
    GPIOA->CRH |= GPIO_CRH_CNF9_1; // Alternate function push-pull
    GPIOA->CRH |= GPIO_CRH_MODE9;  // Output 50 MHz

    USART1->BRR = 72000000 / 9600; // Baud rate 9600 (jika clock 72 MHz)
    USART1->CR1 |= USART_CR1_TE | USART_CR1_UE; // Enable TX dan USART
}

void USART1_SendChar(char c){
    while (!(USART1->SR & USART_SR_TXE));
    USART1->DR = c;
}

void USART1_SendString(char *str){
    while(*str){
        USART1_SendChar(*str++);
    }
}

Pemakaian di main():

int main(void){
    USART1_Init();
    while(1){
        USART1_SendString("Halo dari STM32!\r\n");
        delay_ms(1000);
    }
}


🌡️ 4. BACA SENSOR ANALOG (ADC)

Misalnya sensor suhu analog terhubung ke pin PA0 (ADC1 Channel 0):

Inisialisasi ADC:

void ADC_Init(void){
    RCC->APB2ENR |= RCC_APB2ENR_IOPAEN | RCC_APB2ENR_ADC1EN;

    // PA0 input analog
    GPIOA->CRL &= ~GPIO_CRL_MODE0;
    GPIOA->CRL &= ~GPIO_CRL_CNF0;

    ADC1->CR2 |= ADC_CR2_ADON;
    for(int i=0; i<10000; i++); // delay
    ADC1->CR2 |= ADC_CR2_ADON; // start calibration
}

Baca nilai ADC:

uint16_t ADC_Read(void){
    ADC1->SQR3 = 0; // Channel 0
    ADC1->CR2 |= ADC_CR2_SWSTART;
    while(!(ADC1->SR & ADC_SR_EOC));
    return ADC1->DR;
}

Di main():

int main(void){ ADC_Init(); USART1_Init(); char buffer[32]; while(1){ uint16_t adc_value = ADC_Read(); sprintf(buffer, "ADC = %d\r\n", adc_value); USART1_SendString(buffer); delay_ms(1000); } }

🛠️ 5. TOOLS YANG DIGUNAKAN

Tools Fungsi
STM32CubeIDE IDE resmi: code, build, flash
STM32CubeMX Setup konfigurasi chip dan pin
ST-Link V2 Programmer/debugger
USB-TTL Untuk koneksi UART ke PC
Serial Monitor (Putty, TeraTerm) Untuk lihat data UART