Rabu, 07 Januari 2026

Termistor (NTC/PTC)

Pengertian Termistor

Termistor (Thermal Resistor) adalah komponen elektronika pasif yang nilai hambatannya berubah terhadap perubahan suhu.
Perubahan resistansi ini dimanfaatkan sebagai sensor suhu atau pengaman rangkaian.

Termistor (NTC/PTC) mengubah suhu menjadi resistansi (hambatan).Termistor (NTC/PTC) merupakan jenis resistor yang nilai resistansinya dapat dipengaruhi oleh suhu disekitarnya.

Pengujianterhadap baik dan tidaknya sebuah NTC msupun PTC dengan menggunakan multimeter digital ataupun multimeter analog dengan bantuan alat pemanas seperti solder listrik (Soldering Iron ) ,dan pengering rambut (hair dryer) atau jenis-jenis pemanas (heater) lainnya.

Selain dapat mengukur atau menguji termistor ,alat ini dapat digunakan untuk membedakan jenis termistor yang diukur/diuji,apakah merupakan jenis termistor PTC (Positif Temperature Coefficient) atau jenis termistor NTC (Negatir Temperature Coefficient).

Jika ingin mengetahui jenis termistor yang diukur ,dapat dilakukan dengan membaca nilai resistansi termistor yang bersangkutan pada saat diukur.Jika nilai resistansinya naik pada suhu panas ,maka termistor yang diukur adalah termistor jenis PTC.Adapun jika nilai resistansinya menurun ketika suhu disekitarnya tinggi (panas) ,maka jenis termistor tersebut adalah NTC.

Prinsip Kerja Termistor

Prinsip kerja termistor didasarkan pada perubahan resistansi bahan semikonduktor akibat perubahan suhu.

  • Ketika suhu berubah, energi termal memengaruhi jumlah pembawa muatan.

  • Akibatnya, nilai hambatan listrik ikut berubah.

  • Perubahan hambatan ini dapat diubah menjadi tegangan atau arus dan dibaca oleh rangkaian elektronik.

 Jenis-Jenis Termistor

1. Termistor NTC (Negative Temperature Coefficient)

  • Hambatan menurun saat suhu meningkat

  • Paling sering digunakan sebagai sensor suhu

Karakteristik:

  • Sensitif terhadap perubahan suhu

  • Respon cepat

  • Tidak linier

Contoh penggunaan:

  • Sensor suhu AC

  • Sensor suhu kulkas

  • Termometer digital

2. Termistor PTC (Positive Temperature Coefficient)

  • Hambatan meningkat saat suhu meningkat

  • Umumnya digunakan sebagai pengaman arus

Karakteristik:

  • Hambatan naik drastis pada suhu tertentu

  • Berfungsi sebagai proteksi otomatis

Contoh penggunaan:

  • Pengaman motor listrik

  • Proteksi arus lebih

  • Pemanas listrik

Sistem Kerja Termistor dalam Rangkaian

Termistor biasanya digunakan dalam:

  • Rangkaian pembagi tegangan

  • Rangkaian sensor suhu berbasis mikrokontroler

  • Rangkaian pengaman arus

Contoh kerja:

  1. Suhu meningkat

  2. Nilai resistansi termistor berubah

  3. Tegangan keluaran ikut berubah

  4. Tegangan dibaca oleh rangkaian atau mikrokontroler

  5. Sistem memberikan respon (menyalakan kipas, alarm, dll.)

Contoh Penerapan Termistor

  1. Termometer digital

  2. Sistem pendingin otomatis

  3. Charger baterai

  4. AC dan kulkas

  5. Proteksi arus pada power supply

Kelebihan dan Kekurangan Termistor

Kelebihan:

  • Respon cepat

  • Sensitivitas tinggi

  • Harga murah

  • Mudah digunakan

Kekurangan:

  • Tidak linier

  • Jangkauan suhu terbatas

  • Perlu kalibrasi untuk akurasi tinggi