Rabu, 18 Juni 2025

Faktor-Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja di Bengkel

Kecelakaan kerja di lingkungan bengkel merupakan peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian baik secara fisik maupun material. Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab kecelakaan kerja agar dapat dilakukan upaya pencegahan. Adapun faktor-faktor tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. Faktor Manusia (Human Error)

Faktor ini berkaitan dengan perilaku, sikap, serta kompetensi pekerja dalam melaksanakan tugasnya. Beberapa penyebab dari faktor manusia antara lain:

  • Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan peralatan kerja.

  • Tidak mematuhi prosedur keselamatan kerja yang telah ditetapkan.

  • Tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan, pelindung mata, atau sepatu keselamatan.

  • Bekerja dalam kondisi kelelahan, kurang konsentrasi, atau terburu-buru.

  • Sikap ceroboh atau lalai saat melakukan pekerjaan.

2. Faktor Peralatan dan Mesin

Faktor ini mencakup kondisi teknis dari alat dan mesin yang digunakan di bengkel. Penyebab kecelakaan yang berasal dari faktor ini meliputi:

  • Penggunaan mesin atau alat yang sudah rusak atau aus.

  • Kurangnya perawatan dan pemeriksaan berkala terhadap peralatan kerja.

  • Tidak tersedianya sistem pengaman (safety device) pada mesin.

  • Penggunaan alat yang tidak sesuai dengan fungsinya.

3. Faktor Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja yang tidak aman atau tidak ergonomis dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Faktor lingkungan yang berkontribusi terhadap kecelakaan antara lain:

  • Pencahayaan yang tidak memadai sehingga mengganggu penglihatan saat bekerja.

  • Ventilasi yang buruk atau suhu ruangan yang tidak nyaman.

  • Lantai kerja yang licin, basah, atau tidak bersih.

  • Penataan alat dan bahan kerja yang tidak rapi sehingga menghambat mobilitas.

4. Faktor Organisasi atau Manajemen

Kebijakan dan pengawasan dari pihak manajemen juga berperan penting dalam keselamatan kerja. Beberapa penyebab dari faktor ini antara lain:

  • Tidak adanya pelatihan keselamatan kerja yang rutin bagi siswa atau pekerja.

  • Kurangnya pengawasan terhadap pelaksanaan prosedur kerja.

  • Tidak adanya prosedur operasi standar (SOP) yang jelas dan mudah dipahami.

  • Ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang tidak mencukupi.

5. Faktor Bahan dan Zat Kimia

Penggunaan bahan kimia dan cairan berbahaya di bengkel dapat menimbulkan risiko jika tidak ditangani dengan benar. Beberapa hal yang termasuk dalam faktor ini adalah:

  • Paparan terhadap bahan kimia berbahaya seperti oli, bensin, atau cairan pembersih.

  • Penyimpanan bahan kimia yang tidak aman dan tidak sesuai standar.

  • Tidak adanya label atau informasi keselamatan pada wadah bahan kimia.


Kesimpulan

Pencegahan kecelakaan kerja di bengkel harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan aspek manusia, peralatan, lingkungan, manajemen, serta bahan berbahaya. Edukasi, pelatihan keselamatan, dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang baik menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar