Rabu, 27 Agustus 2025

Penguat Kelas AB (Class AB Amplifier)

1. Pengertian

Penguat kelas AB adalah jenis amplifier daya yang bekerja dengan sudut konduksi antara 180°–360°.
Artinya, transistor konduksi lebih lama daripada kelas B (180°), tetapi tidak sepanjang kelas A (360°).

Penguat kelas AB sering digunakan sebagai kompromi antara efisiensi kelas B dan kualitas sinyal kelas A. 



2. Prinsip Kerja

  • Pada penguat kelas B murni, masing-masing transistor hanya aktif selama 180° → muncul crossover distortion.

  • Pada kelas AB, transistor diberi bias kecil sehingga sedikit aktif walau tanpa sinyal.

  • Dengan cara ini, kedua transistor (NPN & PNP) berkonduksi sebagian secara bersamaan di sekitar titik nol → distorsi berkurang.

3. Ciri-Ciri Penguat Kelas AB

  • Sudut konduksi 180° < θ < 360°.

  • Distorsi lebih kecil daripada kelas B.

  • Efisiensi lebih tinggi daripada kelas A (sekitar 50–70%).

  • Panas dan konsumsi daya lebih rendah dibanding kelas A.

4. Kelebihan dan Kekurangan

 Kelebihan

  • Distorsi rendah, lebih baik dibanding kelas B.

  • Efisiensi lebih tinggi dibanding kelas A.

  • Cocok untuk audio power amplifier dengan daya besar.

 Kekurangan

  • Efisiensi tidak setinggi kelas B atau C.

  • Masih ada sedikit panas karena transistor tetap konduksi sebagian saat tanpa sinyal.

5. Rangkaian Dasar

Konfigurasi Push-Pull Bias

  • Dua transistor (NPN & PNP) digunakan dalam konfigurasi push-pull.

  • Diberi bias tegangan (Vbias) dengan dioda atau transistor kecil.

  • Tujuannya: membuat transistor sedikit aktif → mengurangi crossover distortion.

6. Efisiensi Penguat Kelas AB

  • Lebih rendah dari kelas B, tetapi lebih tinggi dari kelas A.

  • Rata-rata 50%–70% tergantung desain.

7. Aplikasi Penguat Kelas AB

  • Audio Power Amplifier (sound system, speaker aktif).

  • Penguat sinyal radio daya sedang.

  • Sistem komunikasi yang membutuhkan keseimbangan kualitas dan efisiensi.

8. Perbandingan dengan Kelas Lain

Kelas        Sudut Konduksi        Efisiensi   DistorsiAplikasi
A                            360°    25–30%            Sangat kecil            Audio Hi-Fi
B                180°    78,5%    Sedang (crossover)        Audio daya menengah
AB            180–360°    50–70%        Rendah        Audio power amplifier
C            <180°    80–90%        Tinggi        RF transmitter

9. Ilustrasi Gelombang

  • Input → sinyal sinusoidal penuh.

  • Output Kelas B → sinyal penuh, tapi ada gap di sekitar nol (crossover distortion).

  • Output Kelas AB → sinyal penuh dengan transisi lebih halus di sekitar nol (distorsi kecil).


Tugas Individu :

Penguat Kelas C (Class C Amplifier)

 1. Pengertian

Penguat kelas C adalah jenis penguat daya yang bekerja dengan konduksi kurang dari 180° sinyal input (biasanya hanya 90°–150° dari satu siklus).
Artinya, transistor hanya aktif sebagian kecil periode sinyal input dan selebihnya berada dalam kondisi cutoff.

Penguat kelas C tidak cocok untuk audio karena distorsi sangat tinggi, tetapi sangat efektif untuk frekuensi radio (RF).



2. Prinsip Kerja

  • Transistor dibias pada cutoff jauh di bawah titik ON.

  • Hanya sinyal input yang cukup besar yang dapat mengaktifkan transistor pada sebagian kecil siklus.

  • Output yang dihasilkan berupa potongan sinyal (pulse) dengan distorsi besar.

  • Distorsi ini diperbaiki oleh rangkaian resonansi LC (tank circuit) yang menyaring sinyal menjadi gelombang sinus penuh.

3. Ciri-Ciri Penguat Kelas C

  • Sudut konduksi < 180°.

  • Efisiensi tinggi (bisa mencapai 80–90%).

  • Distorsi sinyal sangat besar tanpa filter resonansi.

  • Bekerja hanya untuk frekuensi tinggi (RF amplifier, oscillator, transmitter).

4. Kelebihan dan Kekurangan

 Kelebihan

  • Efisiensi sangat tinggi (lebih tinggi daripada kelas A dan B).

  • Cocok untuk aplikasi RF (radio, pemancar, oscillator).

  • Ukuran komponen daya lebih kecil karena panas lebih sedikit.

 Kekurangan

  • Distorsi sinyal sangat tinggi tanpa LC resonator.

  • Tidak bisa digunakan untuk penguat audio.

  • Hanya bekerja baik pada frekuensi tertentu (resonansi).

5. Rangkaian Dasar

Konfigurasi dengan Resonant Tank Circuit (LC)

  • Transistor → sebagai saklar yang memberikan potongan sinyal.

  • Rangkaian LC → berfungsi sebagai filter, menyusun ulang potongan sinyal menjadi gelombang sinus penuh.

6. Aplikasi Penguat Kelas C

  • Pemancar radio (RF transmitter).

  • Oscillator frekuensi tinggi.

  • RF power amplifier pada komunikasi wireless.

  • Sistem radar dan gelombang mikro.

7. Perbandingan dengan Kelas Lain

Kelas        Konduksi        EfisiensiDistorsiAplikasi
A        360°        25–30%              Kecil        Audio Hi-Fi
B        180°        78%            Sedang (crossover)        Audio menengah
AB        180–360°       50–70%            Rendah        Audio daya
C        <180°       80–90%            Tinggi                    RF/Transmitter

8. Ilustrasi Gelombang

  • Input → sinus penuh.

  • Output transistor → potongan sinyal (pulse).

  • Output setelah LC filter → sinus kembali dengan efisiensi tinggi.

Lanjutkan ke penguat kelas AB

Penguat Kelas B (Class B Amplifier)

 1. Pengertian

Penguat kelas B adalah jenis penguat daya (power amplifier) yang bekerja dengan prinsip konduksi setengah gelombang. Pada rangkaian ini, transistor hanya bekerja (konduksi) selama 180° dari sinyal input (setengah periode).
Umumnya digunakan untuk penguat tahap akhir (output stage) dalam sistem audio karena efisiensinya lebih tinggi dibanding penguat kelas A.

2. Prinsip Kerja

  • Setiap transistor hanya menguatkan setengah gelombang sinyal input.

    • Transistor NPN → menguatkan setengah gelombang positif.

    • Transistor PNP → menguatkan setengah gelombang negatif.

  • Karena itu, penguat kelas B biasanya dibuat dalam konfigurasi push-pull (sepasang transistor) untuk menghasilkan penguatan penuh satu gelombang.



3. Ciri-Ciri Penguat Kelas B

  • Transistor bekerja pada titik bias cutoff (tepat di ambang ON).

  • Konduksi selama 180°.

  • Efisiensi teoretis tinggi, hingga 78,5%.

  • Menggunakan dua transistor (komplementer) dalam push-pull.

  • Distorsi crossover bisa muncul di sekitar titik nol (perpindahan antara transistor NPN dan PNP).

4. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan

  • Efisiensi lebih tinggi daripada kelas A.

  • Panas yang dihasilkan lebih kecil.

  • Cocok untuk penguat daya menengah hingga besar.

Kekurangan

  • Terdapat crossover distortion (distorsi di sekitar nol volt).

  • Rangkaian lebih rumit daripada kelas A.

  • Membutuhkan pasangan transistor yang cocok (matched pair).

5. Rangkaian Dasar

Konfigurasi Push-Pull

  • Dua transistor (NPN dan PNP) digunakan.

  • Input sinyal dibagi menjadi dua bagian → masing-masing transistor menguatkan setengah gelombang.

  • Hasilnya digabung di beban (biasanya speaker).

6. Aplikasi Penguat Kelas B

  • Amplifier audio daya menengah.

  • Sistem pengeras suara.

  • Tahap akhir penguat sinyal radio.

  • Rangkaian driver motor audio.

7. Perbandingan dengan Kelas Lain

Kelas                      Konduksi                 Efisiensi Distorsi
A                                 360°                 25–30%                     Kecil
B                         180°                         78,5%                 Crossover
AB                       180–360°                50–70%             Kecil (kompromi A & B)
C                       <180°                 >80%             Tinggi (tidak cocok audio)

8. Ilustrasi Gelombang

  • Input sinusoidal → dibagi dua: bagian positif diperkuat NPN, bagian negatif diperkuat PNP.

  • Output → gabungan keduanya membentuk kembali sinyal sinusoidal penuh.

Lanjutkan Ke Penguat Kelas C

Senin, 25 Agustus 2025

Syarat Membuat Logo

 syarat-syarat membuat logo agar hasilnya baik, efektif, dan memiliki daya tarik:

1. Sederhana (Simple)

  • Desain tidak rumit, mudah dikenali.

  • Hindari detail berlebihan yang membuat logo sulit diingat.

2. Mudah Diingat (Memorable)

  • Logo harus meninggalkan kesan kuat.

  • Gunakan bentuk atau simbol yang unik agar mudah diingat orang.

3. Relevan (Sesuai dengan Identitas)

  • Sesuaikan logo dengan visi, misi, dan karakter usaha/organisasi.

  • Warna, font, dan simbol harus mencerminkan bidang usaha.

4. Fleksibel

  • Logo bisa digunakan di berbagai media (cetak, digital, merchandise).

  • Tetap terlihat bagus meski diperkecil atau diperbesar.

5. Tahan Lama (Timeless)

  • Hindari desain yang hanya mengikuti tren sesaat.

  • Buat logo yang bisa tetap relevan bertahun-tahun.

6. Memiliki Makna (Meaningful)

  • Logo sebaiknya mengandung filosofi atau pesan yang mewakili identitas.

  • Simbol dan warna sebaiknya punya arti khusus.

7. Proporsional dan Seimbang

  • Komposisi bentuk, teks, dan warna harus seimbang.

  • Tidak condong ke satu sisi sehingga terlihat harmonis.

8. Kombinasi Warna Tepat

  • Gunakan warna yang tidak terlalu banyak (ideal 2–3 warna utama).

  • Pilih warna yang sesuai dengan psikologi warna (contoh: biru = profesional, hijau = alami, merah = semangat).

A. Pengertian produksi, produk, jasa, produsen, dan produktivitas

 1. Produksi

Pengertian Produksi Produksi adalah kegiatan yang dapat menimbulkan tambahan manfaat atau faedah baru, dimana manfaat tersebut terdiri atas beberapa macam.Misalnya : manfaat bentuk, manfaat waktu, manfaat tempat, dan sebagainya.

Contoh penambahan manfaat dari perubahan bentuk, yaitu :

 - Seorang wirausahawan yang kreatif, mengubah bentuk kayu menjadi meja, kursi, almari, rak buku dll.



- Seorang wirausahawan yang kreatif, memanfaatkan waktu menjual jas hujan pada musim hujan.



- Seorang wirausahawan membawa hasil perkebunan seperti buah-buahan, sayur-sayuran, ke kawasan perkotaan. Hal ini contoh memanfaatkan tempat.



Kesuksesan ekonomi suatu perusahaan manufaktur tergantung kepada kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, kemudian secara cepat menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan biaya yang rendah. Hal ini bukan merupakan tanggung jawab bagian pemasaran, bagian manufaktur, atau bagian desain saja, melainkan merupakan tanggung jawab yang melibatkan banyak fungsi yang ada diperusahaan.

Metode pengambangan produk berdasarkan kepada permintaan atau persyaratan serta spesifikasi produk oleh customer adalah metode yang cukup baik, karena dengan berbasis keinginan customer maka kemungkinan produk tersebut akan banyak diterima oleh customer.

Dari sudut pandang investor pada perusahaan yang berorientasi laba, usaha pengembangan produk.

dikatakan sukses jika produk dapat diproduksi dan dijual dengan menghasilkan laba. Namun laba seringkali sulit untuk dinilai secara cepat dan langsung.

 Terdapat 5 dimensi spesifik yang berhubungan dengan laba dan biasa digunakan untuk menilai kinerja

usaha pengembangan produk, yaitu :

1. Kualitas Produk

Seberapa baik produk yang dihasilkan dari upaya pengembangan dan dapat memuaskan kebutuhan pelanggan. Kualitas produk pada akhirnya akan mempengaruhi pangsa pasar dan menentukan harga yang ingin dibayar oleh pelanggan.

2. Biaya Produksi

 Biaya untuk modal, peralatan, dan alat bantu, serta biaya produksi setiap unit disebut biaya manufaktur dari produk. Biaya produk menentukan berapa besar laba yang dihasilkan oleh perusahaan pada volume penjualan dan harga penjualan tertentu.

3. Waktu Pengembangan Produk

Waktu pengembangan produk akan menentukan kemampuan perusahaan dalam berkompetisi, menunjukkan daya tanggap perusahaan terhadap perubahan teknologi dan pada akhirnya akan menentukan kecepatan perusahaan untuk menerima pengembalian ekonomis dari usaha yang dilakukan tim pengembangan.

4. Biaya Pengembangan

Biaya pengembangan biasanya merupakan salah satu komponen yang penting dari investasi yang dibutuhkan untuk mencapai profit.

5. Kapabilitas Pengembangan

Kapabilitas pengembangan merupakan asset yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan produk dengan lebih efektif dan ekonomis dimasa yang akan datang.

Pengertian Perencanaan Proses Produksi

Perencanaan proses produksi adalah perencanaan tentang produk apa dan berapa jumlahnya masing-masing, yang segera diproduksikan pada periode yang akan datang. Akan tetapi semua produk yang tercantum di dalam perencanaan proses produksi barang/jasa, belum tentu akan dicantumkan seluruhnya pada suatu periode yang akan datang.

Adapun perbedaan antara perencanaan proses produk dan perencanaan proses produksi adalah bahwa pada perencanaan proses produk akan banyak menyangkut aspek-aspek teknis, sedangkan pada perencanaan proses produksi akan lebih banyak menyangkut aspek-aspek ekonomis. Pada perencanaan proses produksi dititik beratkan kepada produk apa, produk yang bagaimana, dan berapa jumlah produk yang akan diproduksi.

 Proses Produksi 

 Proses produksi adalah tahap-tahap yang harus dilewati dalam memproduksi barang-barang atau jasa. Ada proses produksi yang membutuhkan waktu lama, misalnya dalam pembuatan gedung pencakar langit, pembuatan pesawat terbang, dan pembuatan kapal dan lain-lain. Dalam proses produksi membutuhkan waktu yang berbeda-beda, ada yang sebentar misalnya pembuatan kain, pembuatan televisi dan lain-lain. Tetapi ada juga proses produksi yang dapat dinikmati langsung hasilnya oleh konsumen, misalnya pentas hiburan, salon untuk mempercantik diri dan lain-lain.

Berdasarkan caranya, proses produksi dapat digolongkan dalam empat macam sebagai berikut :

1. Proses produksi dalam jangka pendek, adalah proses produksi yang dilaksanakan dalam jangka yang pendek atau cepat atau langsung dalam menghasilkan barang atau jasa yang dapat dinikmati konsumen secara langsung juga. Misalnya proses produksi makanan, seperti bakso, tahu krispi, singkong rebus, singkong keju, dan lain-lain.

2. Proses produksi dalam jangka panjang, adalah proses produksi yang memakan waktu lama.

 Misalnya proses produksi berkebun menanam buah-buahan, membangun rumah, dan lainlain.

3. Proses produksi terus menerus / kontinu, adalah proses produksi yang mengolah bahanbahan secara berurutan dengan beberapa tahap dalam pengerjaan sampai menjadi barang jadi. Jadi bahan tersebut melewati tahap-tahap dari proses mesin secara terus-menerus untuk menjadi suatu barang jadi. Misalnya proses memproduksi gula, karet, kertas, dan lain-lain.

 4. Proses produksi berselingan / Intermitten, adalah proses produksi yang mengolah bahan-bahan dengan cara menggabungkan sehingga menjadi barang jadi. Misalnya proses produksi mobil dimana bagian-bagian mobil dibuat secara terpisah, mulai dari kerangkanya, setir, ban, mesin, kaca, dan lain-lain.

Tujuan produksi adalah :

1. Menghasilkan barang atau jasa 

2. Meningkatkan nilai guna barang atau jasa 

3. Meningkatkan kemakmuran masyarakat 

4. Meningkatkan keuntungan 

5. Meningkatkan lapangan usaha

6. Menjaga kesinambungan usaha perusahaan

Faktor – faktor produksi

Faktor-faktor produksi adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam kegiatan produksi terhadap suatu barang dan jasa. 

Faktor produksi terdiri dari :

  1. Faktor Produksi Alam (natural resources), yaitu semua kekayaan yang ada di alam semesta yang digunakan dalam proses produksi. Faktor produksi alam disebut faktor produksi utama atau asli. Faktor produksi alam terdiri dari tanah, air, udara, sinar matahari, dan barang tambang. 
  2. Faktor produksi tenaga kerja (labor), yaitu faktor produksi yang berkaitan dengan manusia yang secara langsung maupun tidak langsung yang dapat menjalankan produksi. Faktor produksi tenaga kerja sebagai faktor produksi asli walaupun kini banyak kegiatan proses produksi diperankan oleh mesin, namun keberadaan manusia wajib diperlukan.
  3. Faktor produksi modal (capital), adalah faktor penunjang yang mempercepat dan menambah kemampuan dalam memproduksi. Faktor produksi modal dapat terdiri dari mesin-mesin, sarana pengangkutan, bangunan, dan alat pengangkutan.
  4. Faktor produksi keahlian (skill), adalah keahlian atau ketrampilan individu mengkoordinasikan dan mengelola faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
2. Produk
A. Pengertian Produk

Apa yang dimaksud dengan produk? Kata produk berasal dari bahasa Inggris product yang berarti sesuatu yang diproduksi oleh tenaga kerja atau sejenisnya. Bentuk kerja dari kata product, yaitu produce merupakan serapan dari bahasa Latin produce (re), yang berarti (untuk) memimpin atau membawa sesuatu untuk maju. Produk merupakan suatu hasil dari kegiatan usaha yang sifatnya esensial dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.Produk ditentukan atau dirancang oleh produsen dan diproduksi untuk kepentingan pasar, dan produk erat kaitannya dengan pemuasan kebutuhan dan keinginan konsumen, sehingga ia tidak akan memiliki nilai jual apabila produk tersebut tidak menarik konsumen. 

Produk merupakan hasil kegiatan produksi yang berwujud barang atau jasa. Barang mempunyai wujud tertentu dan mempunyai sifat-sifat fisik, dapat dilihat, diraba, dan dirasakan. Disamping itu ada tenggang waktu antara saat diproduksi dan dikonsumsinya. Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen.

a. Definisi Produk menurut para ahli 

1) William J. Stanton 

Menurut William J. Stanton yang diterjemahkan oleh Rahmat A (1996: 222) , produk secara sempit dapat diartikan sebagai sekumpulan atribut fisik yang secara nyata terkait dalam sebuah bentuk yang dapat diidentifikasikan. Sedangkan secara luas, produk merupakan sekumpulan atribut yang nyata dan tidak nyata yang didalamnya mencakup warna, kemasan, harga, prestise pengecer, dan pelayanan dari pabrik dan pengecer yang mungkin diterima oleh pembeli sebagai sesuatu yang bisa memuaskan keinginannya. 

2) Philip Kotler 

Menurut Philip Kotler dalam bahasa Inggris menyatakan, A product as anything that can be offered to a market for attention, acquisition, us or consumption and the migth satisfy a want or need. Artinya, produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, dibeli/dimiliki, dipakai atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan suatu keinginan / semua kebutuhan. Produk-produk yang dipasarkan meliputi barang fisik, jasa, pengalaman, acara-acara, orang, tempat, property, organisasi, dan gagasan.diterima oleh pembeli sebagai sebuah hal yang dapat memberikan kepuasan atas keinginannya.

3) H. Djaslim Saladin, SE

Menurut H. Djaslim Saladin, SE dalam bukunya yang berjudul “ Unsur-unsur inti pemasaran dan managemen pemasaran” (2003: 45), produk dapat diartikan ke dalam tiga pengertian yaitu :

Dalam pengertian yang sempit, produk merupakan sekumpulan sifat fisik dan kimia yang berwujud dan dihimpun dalam sebuah bentuk serupa dan telah dikenal.

Dalam pengertian yang luas, produk merupakan sekelompok sifat yang berwujud ( Tangible ) maupun tidak berwujud ( Intangible ), yang didalamnya sudah tercakup harga, warna, kemasan, prestise pengecer, prestice pabrik, serta pelayanan yang diberikan oleh produsen dan pengecer kepada konsumen dalam rangka pemenuhan kepuasan yang ditawarkan terhadap keinginan atau kebutuhan konsumen. 

Dalam pengertian secara umum, produk dapat diartikan secara ringkas sebagai segala sesuatu yang mampu memenuhi dan memuaskan kebutuhan atau keinginan manusia, baik yang memiliki wujud (tangible) maupun yang tidak berwujud (intangible).

4) Fandy Tjiptono 

Menurut Fandy Tjiptono, pengertian produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, serta dikonsumsi pasar sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pasar yang bersangkutan.

5) Swastha dan Irawan

Menurut Swastha dan Irawan (1990: 165), produk adalah suatu sifat kompleks, baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan, pelayanan pengusaha dan pengecer, yang diterima pembeli untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan.

Pengertian lain untuk produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar agar menarik perhatian, akuisisi, penggunaan, atau konsumsi yang dapat memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan. Produk juga perlu dipahami sebagai salah satu variabel yang menentukan dalam kegiatan usaha. Hal ini karena tanpa adanya produk suatu perusahaan tidak dapat melakukan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan.

Banyaknya persaingan dalam dunia bisnis menuntut produsen untuk berinovasi mengembangkan produknya menjadi produk yang unggul dan berkualitas. Produk yang berkualitas memiliki nilai jual lebih dibandingkan dengan produk kompetitor.

B. Karakteristik Produk

 Karakteristi produk yaitu keadaan yang berbeda dari suatu produk apabila dibandingkan dengan produk-produk pesaingnya. Setiap produk pasti memiliki karakteristik yang berbeda, dan setiap produsen akan berusaha untuk mendesain produk yang memiliki karakteristik tersendiri, sehingga para pelanggan akan memiliki persepsi khusus terhadap produk tersebut. Untuk merebut pangsa pasar, biasanya para produsen menawarkan variasi produk. Karakteristik sebuah produk mengacu pada bentuk penampilan produk atau atribut produk dan kualitas produk yang ditawarkan.

C. Atribut Produk

Atribut produk merupakan sesuatu yang melekat pada suatu produk. Atribut memegang peran penting dalam pemasaran. Sebab atribut menjadi salah satu faktor yang dijadikan bahan pertimbangan oleh konsumen ketika akan membeli produk.

Menurut Kolter dan Amstrong (2003), atribut produk adalah pengembangan atas suatu produk yang melibatkan penentuan manfaat yang diberikan. Lebih lanjut mereka mengemukakan bahwa manfaat yang ditawarkan oleh atribut produk dalam bentuk kualitas produk, fitur produk, dan gaya serta desain produk. 

Teguh Budiarto (1993: 68), atribut produk adalah sesuatu yang melengkapi manfaat utama produk sehingga mampu lebih memuaskan konsumen. Atribut produk meliputi merek (brand), pembungkusan (packaging), label, garansi atau jaminan (warranty), dan produk tambahan (service). Atribut dapat dipandang secara objektif (fisik produk) maupun secara subjektif (pandangan konsumen).

Fandy Tjiptono (2007), atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Sedangkan unsurunsur atribut produk yang dimaksud adalah terdiri dari merek, harga, desain, jaminan, kualitas dan pelayanan produk. 

Unsur unsur atribut produk

a. Merek 
Merek merupakan sebuah nama, simbol, istilah, tanda, lambang, warna, desain, atau kombinasi dari atribut lain yang diharapkan dapat memberikan identitas dan diferensiasi dari produk pesaing. Pada hakikatnya sebuah merek produk juga merupakan sebuah janji dari pemasar (perusahaan) untuk secara konsisten menyampaikan serangkaian manfaat, ciri-ciri, dan jasa tertentu kepada konsumen. Merek yang bagus juga turut menyampaikan jaminan tambahan berupa jaminan kualitas kepada konsumennya.

Tujuan pembuatan merek produk, antara lain : 
1. Identitas suatu produk yang bermanfaat dalam diferensiasi atau pembeda dari produk suatu perusahaan dengan produk perusahaan lain. 
2. Alat promosi atau sebagai daya tarik sebuah produk 
3. Pembina citra dengan memberikan keyakinan, jaminan kualitas, dan sebuah prestise tertentu kepada konsumen. 
4. Pengendali pasar

b. Pengemasan
Kemasan (packaging)adalah sebuah proses yang berhubungan dengan perancangan dan Pembuatan wadah (container) atau pembungkus (wrapper) untuk suatu produk.

Tujuan pemakaian kemasan pada produk :

1.Sebagai pelindung (protection) produk dari kerusakan,perubahan isi,kehilangan ,berkurangnya kadar isi,dsb.

2.Memberikan kemudahan dalam penggunaannya (operating),seperti misalnya kemasan tutup flip agar produk cair tidak mudah tumpah,seperti kemasan parfum di desain agar mudah disemprotkan,dsb.

3.Memberikan daya tarik (promotion)

4. Sebagai identitas (image) produk,seperti memberikan kesan mewah,kokoh,awet,dsb.

5.Memudahkan distribusi dan penyimpanan di gudang

C.Label (Labeling)

Labeling berhubungan erat dengan pengemasan .Label adalah bagian dari satu produk yang dapat  menyampakan sebuah informasi tentang produk dan perusahaan.Sebuah label dapat merupakan bagian dari kemasan ,atau bisa juga merupakan etiket atau tanda pengenal yang dapat ditempelkan pada produk.

Secara umum terdapat tiga macam label ,yaitu :

1.Brand label,adalah nama merek yang diberikan pada sebuah produk atau dicantumkan dalam kemasan produk.

2.Deskriptive label,adalah label yang memberikan informasi objektif tentang cara pemakaian ,pembuatan ,perawatan,perhatian,kinerja produk,dan karakteritik lainnya yang berkaiatan dengan produk.

3. Grade label,adalah label yang mengidentifikasi penilaian kualitas produk (product’s judget quality) dengan suatu angka ,huruf,atau kata.Contohnya di Amerika ,buah persik dalam kaleng akan diberi label kualitas A,B,C, sedangkan pada jagung dan gandum diberi label 1 dan 2.


Tugas Individu dan Kelompok Klik disini


Kamis, 21 Agustus 2025

Kesehatan Kerja

 1. Pengertian Kesehatan Kerja

Kesehatan kerja adalah upaya untuk melindungi, memelihara, dan meningkatkan derajat kesehatan tenaga kerja dengan cara mencegah gangguan kesehatan akibat pekerjaan, lingkungan kerja, maupun gaya hidup pekerja.

Kesehatan kerja berhubungan erat dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang bertujuan agar pekerja dapat bekerja secara aman, nyaman, sehat, dan produktif.

2. Tujuan Kesehatan Kerja

  1. Melindungi pekerja dari bahaya kesehatan di tempat kerja.

  2. Mencegah timbulnya penyakit akibat kerja (PAK) dan kecelakaan kerja.

  3. Menyesuaikan pekerjaan dengan kemampuan fisik dan mental pekerja.

  4. Meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup tenaga kerja.

  5. Menjamin lingkungan kerja yang sehat dan aman.

3. Ruang Lingkup Kesehatan Kerja

  1. Pencegahan Penyakit Akibat Kerja – misalnya akibat paparan bahan kimia, debu, radiasi, atau kebisingan.

  2. Promosi Kesehatan di Tempat Kerja – melalui penyuluhan, olahraga bersama, pemeriksaan kesehatan rutin.

  3. Pengendalian Bahaya di Lingkungan Kerja – seperti ventilasi yang baik, pencahayaan cukup, pengendalian limbah.

  4. Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja – meliputi pemeriksaan awal, berkala, dan khusus.

  5. Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di tempat kerja.

4. Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Kerja

  1. Faktor Fisik

    • Suhu, kebisingan, getaran, radiasi, pencahayaan.

  2. Faktor Kimia

    • Debu, gas, uap, bahan beracun, logam berat.

  3. Faktor Biologi

    • Virus, bakteri, jamur, parasit di lingkungan kerja.

  4. Faktor Psikososial

    • Stres, beban kerja, tekanan target, hubungan antar pekerja.

  5. Faktor Ergonomi

    • Posisi kerja tidak nyaman, beban berat, desain peralatan kerja yang salah.

5. Upaya Peningkatan Kesehatan Kerja

  1. Penerapan Sistem Manajemen K3 di perusahaan.

  2. Penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, helm, sarung tangan, kacamata pelindung.

  3. Pemeriksaan kesehatan rutin untuk mendeteksi dini penyakit akibat kerja.

  4. Pelatihan dan edukasi bagi pekerja tentang bahaya kerja.

  5. Menciptakan lingkungan kerja sehat: ventilasi baik, pencahayaan cukup, kebersihan terjaga.

  6. Program kesehatan mental seperti konseling, manajemen stres, kegiatan olahraga.

6. Contoh Penyakit Akibat Kerja (PAK)

  • Asbestosis (karena debu asbes).

  • Hearing Loss (gangguan pendengaran) akibat bising.

  • Dermatitis kontak akibat bahan kimia.

  • Penyakit paru akibat debu (Pneumokoniosis).

  • Stres kerja yang memicu gangguan mental.

7. Kesimpulan

Kesehatan kerja merupakan aspek penting dalam dunia kerja untuk menjaga kesejahteraan pekerja sekaligus meningkatkan produktivitas. Dengan penerapan K3 yang baik, pekerja dapat terhindar dari risiko penyakit maupun kecelakaan akibat kerja.


Zona Aktifitas

Klik disini untuk materi ujian


Rabu, 20 Agustus 2025

Penguat Kelas A ( Materi Lanjutan )

 1. Diagram Blok Alur Kerja


Sinyal Input  →  Penguat Kelas A  →  Sinyal Output

        (kecil)         (transistor)         (lebih besar)

Penjelasan:

  1. Sinyal Input → Sinyal lemah (misalnya suara dari mikrofon).

  2. Penguat Kelas A → Transistor bekerja di daerah aktif, memperkuat sinyal.

  3. Sinyal Output → Sinyal yang lebih besar tetapi bentuknya sama (tidak terdistorsi).


2. Diagram Rangkaian Blok

     Vin
      |
   [Kopling C]  
      |
   [Transistor]
      |
   [Beban Rc]
      |
     Vout

Kapasitor kopling berfungsi menghubungkan sinyal AC ke basis transistor tanpa mengganggu tegangan bias DC.

3. Contoh Soal Latihan

Soal 1

Sebuah penguat kelas A menggunakan:

  • Vcc = 12 V

  • Rc = 1 kΩ

  • IcQ = 5 mA

Hitung:
a. Tegangan kolektor pada titik kerja (Vc).
b. Daya yang dikonsumsi transistor (Pdc).

Penyelesaian:
a. Vc=Vcc(IcQ×Rc)Vc = Vcc - (IcQ × Rc)
= 12 – (0,005 × 1000)
= 12 – 5
= 7 V

b. Pdc=Vcc×IcQPdc = Vcc × IcQ
= 12 × 0,005
= 0,06 W

Soal 2

Mengapa penguat kelas A sering dipakai pada penguat audio meskipun efisiensinya rendah?

Jawaban:
Karena penguat kelas A menghasilkan sinyal dengan distorsi sangat kecil dan linearitas tinggi, sehingga kualitas suara tetap jernih meskipun daya listrik yang dipakai kurang efisien.

4. Kesimpulan Tambahan

  • Penguat kelas A selalu konduksi penuh (360°) → hasil sinyal murni.

  • Cocok untuk audio dan pre-amplifier.

  • Efisiensi rendah, sehingga tidak cocok untuk penguat daya besar.

Penguat Kelas A

 

1. Pengertian Penguat Kelas A

Penguat kelas A adalah salah satu jenis penguat daya (power amplifier) yang bekerja pada daerah aktif transistor sepanjang waktu sinyal masuk. Artinya, arus kolektor selalu mengalir selama 360° siklus sinyal input.

 Dengan kata lain, transistor dalam penguat kelas A selalu menghantarkan arus, baik ada sinyal maupun tidak.

2. Karakteristik Penguat Kelas A

  • Transistor selalu bekerja pada daerah aktif (tidak pernah cutoff atau saturasi).

  • Sudut konduksi = 360°.

  • Memiliki linearitas tinggi (distorsi kecil).

  • Efisiensi rendah (maksimum sekitar 25–30%).

  • Banyak panas yang terbuang karena arus selalu mengalir.

3. Rangkaian Dasar Penguat Kelas A

Biasanya menggunakan konfigurasi Common Emitter dengan resistor beban (RC).


Rangkaian Penguat Kelas A

Keterangan:

  • Vin → sinyal input (biasanya melalui kapasitor kopling).

  • Rc → resistor kolektor (beban).

  • Re → resistor emitor (menjaga kestabilan bias).

  • Vout → sinyal output.


4. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  • Distorsi sangat kecil → kualitas audio bagus.

  • Rangkaian sederhana.

  • Cocok untuk penguat sinyal kecil.

Kekurangan:

  • Efisiensi rendah (banyak daya terbuang jadi panas).

  • Membutuhkan pendingin (heatsink).

  • Tidak cocok untuk aplikasi daya besar.

5. Aplikasi Penguat Kelas A

  • Penguat audio berkualitas tinggi (Hi-Fi).

  • Tahap awal (pre-amplifier) dalam rangkaian audio.

  • Penguat kecil pada alat ukur elektronik.

6. Contoh Perhitungan Sederhana

Misal:

  • Vcc = 12 V

  • Rc = 2 kΩ

  • IcQ = 2 mA

Tegangan kolektor saat titik kerja:
Vc=Vcc(IcQ×Rc)Vc = Vcc - (IcQ × Rc)
Vc=12(0,002×2000)Vc = 12 - (0,002 × 2000)
Vc=124=8VVc = 12 - 4 = 8 V

Artinya, titik kerja (Q-point) ada di daerah aktif, sehingga transistor siap bekerja sebagai penguat kelas A.

Kesimpulan:
Penguat kelas A adalah penguat sederhana dengan kualitas sinyal baik namun efisiensinya rendah. Karena sifatnya yang linier, banyak dipakai pada penguat audio dan tahap

Lanjutkan ke Penguat Kelas A

Mosfet Daya

 MOSFET daya memiliki struktur yang berbeda dengan MOSFET biasa. Seperti bahan semikonduktor daya lainnya dengan struktur vertikal, bukan planar. Penggunaan struktur vertikal ini memungkinkan transistor untuk bertahan dari tegangan tahan dan arus yang tinggi. Rating tegangan dari transistor adalah fungsi dari pengotoran dan ketebalan dari lapisan epitaksial N, adapun rating arus adalah fungsi dari lebar kanal. Pada struktur planar, rating arus dan tegangan tembus ditentukan oleh fungsi dari dimensi kanal, menghasilkan penggunaan yang tidak efisien untuk daya tinggi. Dengan struktur vertikal, besarnya komponen hampir sebanding dengan rating arus dan ketebalan komponen sebanding dengan rating tegangan. 

MOSFET daya dengan struktur lateral banyak digunakan pada penguat audio hi-fi. Kelebihannya adalah karakteristik yang lebih baik pada daerah penjenuhan daripada MOSFET vertikal. MOSFET vertikal didesain untuk penggunaan pensakelaran. 


Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/MOSFET 


Senin, 18 Agustus 2025

Syarat-Syarat Pembuatan Iklan

 

1. Bahasa yang Jelas dan Mudah Dipahami

  • Gunakan kata-kata singkat, padat, dan langsung pada inti pesan.

  • Hindari istilah rumit yang membingungkan pembaca.

  • Sesuaikan bahasa dengan target audiens (anak-anak, remaja, dewasa).

2. Menarik Perhatian

  • Gunakan judul atau slogan yang singkat namun menarik.

  • Tambahkan elemen visual (gambar, warna, ilustrasi) agar lebih menonjol.

  • Kreatif dalam penyajian agar iklan tidak monoton.

3. Mengandung Informasi yang Benar

  • Fakta yang ditampilkan harus jujur dan dapat dipercaya.

  • Hindari informasi palsu atau berlebihan (misleading).

  • Sertakan detail penting: nama produk, kegunaan, keunggulan.

4. Meyakinkan

  • Tunjukkan kelebihan produk dibanding yang lain.

  • Bisa menggunakan testimoni, jaminan kualitas, atau sertifikasi.

  • Buat konsumen merasa butuh terhadap produk/jasa yang ditawarkan.

5. Sopan dan Tidak Menyinggung

  • Tidak boleh menggunakan kata kasar, merendahkan pihak lain, atau menyinggung SARA.

  • Tetap sesuai dengan norma dan etika yang berlaku di masyarakat.

6. Mematuhi Aturan Hukum

  • Sesuai dengan regulasi periklanan yang berlaku.

  • Hindari promosi produk ilegal atau yang dilarang (misalnya narkoba, konten berbau pornografi).

7. Mengandung Ajakan atau Dorongan (Persuasif)

  • Menggunakan kata-kata yang menggerakkan pembaca, misalnya:

    • “Segera miliki sekarang juga!”

    • “Diskon terbatas hanya hari ini!”

  • Memberikan alasan mengapa konsumen harus segera membeli.

8. Menunjukkan Identitas Produk/Jasa

  • Cantumkan merek, logo, atau simbol yang khas.

  • Pastikan pembaca langsung tahu produk apa yang ditawarkan.


Kesimpulan:
Iklan yang baik adalah iklan yang menarik perhatian, mudah dipahami, jujur, persuasif, sopan, serta sesuai aturan. Dengan memenuhi syarat-syarat tersebut, iklan akan lebih efektif dalam mempengaruhi calon konsumen.

Contoh Iklan Sederhana

A. Ajakan (dorongan):
“Coba sekarang juga dan rasakan kesegarannya!
Tersedia di minimarket terdekat.”

B. Identitas Produk (jelas):
Logo FreshGo + gambar botol minuman jeruk.

Dari contoh ini:

  • Bahasa jelas → mudah dipahami, tidak berbelit.

  • Menarik perhatian → ada slogan singkat.

  • Jujur → menampilkan keunggulan asli (vitamin C, tanpa pengawet).

  • Meyakinkan → manfaat nyata (meningkatkan daya tahan tubuh).

  • Sopan & sesuai aturan → tidak menjelekkan produk lain.

  • Persuasif → ada kalimat ajakan “Coba sekarang juga!”.

  • Identitas produk → jelas menyebutkan nama merek (FreshGo).