Kamis, 21 Agustus 2025

Kesehatan Kerja

 1. Pengertian Kesehatan Kerja

Kesehatan kerja adalah upaya untuk melindungi, memelihara, dan meningkatkan derajat kesehatan tenaga kerja dengan cara mencegah gangguan kesehatan akibat pekerjaan, lingkungan kerja, maupun gaya hidup pekerja.

Kesehatan kerja berhubungan erat dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang bertujuan agar pekerja dapat bekerja secara aman, nyaman, sehat, dan produktif.

2. Tujuan Kesehatan Kerja

  1. Melindungi pekerja dari bahaya kesehatan di tempat kerja.

  2. Mencegah timbulnya penyakit akibat kerja (PAK) dan kecelakaan kerja.

  3. Menyesuaikan pekerjaan dengan kemampuan fisik dan mental pekerja.

  4. Meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup tenaga kerja.

  5. Menjamin lingkungan kerja yang sehat dan aman.

3. Ruang Lingkup Kesehatan Kerja

  1. Pencegahan Penyakit Akibat Kerja – misalnya akibat paparan bahan kimia, debu, radiasi, atau kebisingan.

  2. Promosi Kesehatan di Tempat Kerja – melalui penyuluhan, olahraga bersama, pemeriksaan kesehatan rutin.

  3. Pengendalian Bahaya di Lingkungan Kerja – seperti ventilasi yang baik, pencahayaan cukup, pengendalian limbah.

  4. Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja – meliputi pemeriksaan awal, berkala, dan khusus.

  5. Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di tempat kerja.

4. Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Kerja

  1. Faktor Fisik

    • Suhu, kebisingan, getaran, radiasi, pencahayaan.

  2. Faktor Kimia

    • Debu, gas, uap, bahan beracun, logam berat.

  3. Faktor Biologi

    • Virus, bakteri, jamur, parasit di lingkungan kerja.

  4. Faktor Psikososial

    • Stres, beban kerja, tekanan target, hubungan antar pekerja.

  5. Faktor Ergonomi

    • Posisi kerja tidak nyaman, beban berat, desain peralatan kerja yang salah.

5. Upaya Peningkatan Kesehatan Kerja

  1. Penerapan Sistem Manajemen K3 di perusahaan.

  2. Penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, helm, sarung tangan, kacamata pelindung.

  3. Pemeriksaan kesehatan rutin untuk mendeteksi dini penyakit akibat kerja.

  4. Pelatihan dan edukasi bagi pekerja tentang bahaya kerja.

  5. Menciptakan lingkungan kerja sehat: ventilasi baik, pencahayaan cukup, kebersihan terjaga.

  6. Program kesehatan mental seperti konseling, manajemen stres, kegiatan olahraga.

6. Contoh Penyakit Akibat Kerja (PAK)

  • Asbestosis (karena debu asbes).

  • Hearing Loss (gangguan pendengaran) akibat bising.

  • Dermatitis kontak akibat bahan kimia.

  • Penyakit paru akibat debu (Pneumokoniosis).

  • Stres kerja yang memicu gangguan mental.

7. Kesimpulan

Kesehatan kerja merupakan aspek penting dalam dunia kerja untuk menjaga kesejahteraan pekerja sekaligus meningkatkan produktivitas. Dengan penerapan K3 yang baik, pekerja dapat terhindar dari risiko penyakit maupun kecelakaan akibat kerja.


Zona Aktifitas

Klik disini untuk materi ujian


Tidak ada komentar:

Posting Komentar