Senin, 29 September 2025

Jenis-Jenis Izin Usaha Produksi dan Cara Pembuatannya

 A. Pengertian Izin Usaha Produksi

Izin usaha produksi adalah legalitas resmi dari pemerintah yang diberikan kepada pelaku usaha agar dapat melakukan kegiatan produksi barang/jasa secara sah, teratur, dan sesuai dengan ketentuan hukum.
Tujuannya:

  • Memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

  • Melindungi konsumen dari produk yang tidak layak.

  • Menjamin usaha berjalan sesuai standar keselamatan, kesehatan, dan lingkungan.

B. Jenis-Jenis Izin Usaha Produksi

  1. Nomor Induk Berusaha (NIB)

    • Dikeluarkan melalui sistem OSS (Online Single Submission).

    • NIB berfungsi sebagai identitas resmi pelaku usaha.

    • NIB berlaku sekaligus sebagai Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Angka Pengenal Impor (API), dan Akses Kepabeanan.


  2. Izin Usaha Industri (IUI)


    • Diperlukan bagi perusahaan yang memiliki kegiatan di bidang industri manufaktur atau pabrikasi.

    • Diatur oleh Kementerian Perindustrian.

    • Ada 2 kategori:

      • IUI kecil (industri dengan investasi kecil-menengah).

      • IUI besar (industri dengan skala investasi besar).

  3. Izin Produksi Pangan Olahan

    • Untuk usaha makanan dan minuman.

    • Ada dua lembaga penerbit:

      • BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk skala besar.


      • PIRT (Produksi Industri Rumah Tangga Pangan) yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk skala UMKM.


  4. Sertifikat Halal


    • Dikeluarkan oleh BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) di bawah Kementerian Agama.

    • Penting untuk usaha makanan, minuman, kosmetik, obat-obatan, dan produk konsumsi lainnya.

  5. Izin Lingkungan (Persetujuan Lingkungan / AMDAL atau UKL-UPL)

    • Untuk usaha yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

    • Wajib bagi industri manufaktur, kimia, pertambangan, dan usaha berskala besar.

  6. Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Produksi

    • Meliputi hak paten, hak cipta, dan merek dagang.

    • Berguna melindungi produk agar tidak ditiru pihak lain.

C. Cara Pembuatan Izin Usaha Produksi

  1. Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB)

    • Akses situs OSS (https://oss.go.id/).

    • Daftar akun dan isi data pelaku usaha.

    • Unggah dokumen yang dibutuhkan (KTP, NPWP, akta pendirian usaha bagi badan hukum).

    • Setelah diverifikasi, sistem akan menerbitkan NIB.

  2. Mengurus Izin Usaha Industri (IUI)

    • Mengajukan permohonan melalui OSS.

    • Melengkapi data teknis usaha (lokasi pabrik, luas tanah, kapasitas produksi, jumlah tenaga kerja).

    • OSS akan menerbitkan izin setelah dokumen lengkap.

  3. Mengurus Izin Produksi Pangan (PIRT atau BPOM)

    • Untuk PIRT:

      • Mengikuti penyuluhan keamanan pangan di Dinas Kesehatan.

      • Mengajukan permohonan dengan membawa contoh produk, KTP, foto tempat produksi.

      • Pemeriksaan lapangan oleh petugas.

      • Jika lolos, izin PIRT diterbitkan.

    • Untuk BPOM:

      • Mendaftar melalui sistem e-registrasi BPOM.

      • Mengunggah dokumen teknis produk, komposisi, proses produksi, dan label kemasan.

      • Produk diuji laboratorium.

      • Jika memenuhi syarat, BPOM mengeluarkan nomor izin edar.

  4. Mengurus Sertifikat Halal

    • Daftar di siHalal (https://ptsp.halal.go.id/).

    • Isi data usaha dan produk.

    • Unggah dokumen (komposisi bahan, proses produksi, lokasi usaha).

    • Audit halal dilakukan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

    • Jika memenuhi syarat, diterbitkan sertifikat halal oleh BPJPH.

  5. Mengurus Izin Lingkungan (UKL-UPL atau AMDAL)

    • Menyusun dokumen lingkungan sesuai skala usaha.

    • Mengajukan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

    • Setelah diverifikasi dan disetujui, izin lingkungan diberikan.

  6. Mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)

    • Daftar di situs DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual).

    • Isi formulir online sesuai jenis HAKI (merek, paten, desain industri).

    • Bayar biaya pendaftaran.

    • Jika lolos pemeriksaan, HAKI resmi diterbitkan.

D. Kesimpulan

  • Izin usaha produksi adalah dokumen legal yang wajib dimiliki oleh pelaku usaha agar kegiatan produksi sah secara hukum.

  • Jenis izin yang umum antara lain: NIB, IUI, PIRT/BPOM, Sertifikat Halal, Izin Lingkungan, dan HAKI.

  • Proses pembuatan izin kini lebih mudah karena dapat dilakukan secara online melalui OSS dan lembaga terkait.



Rabu, 24 September 2025

Transduser

Pengertian Transduser

Transduser adalah perangkat yang mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lain. Biasanya, transduser berfungsi untuk mengubah besaran fisik seperti mekanis, panas, sinar, atau kimia menjadi sinyal listrik yang dapat diukur dan dianalisis.

Jenis-Jenis Transduser

1. Berdasarkan Sumber Energi

  • Transduser Aktif
    • Menghasilkan sinyal listrik sendiri tanpa memerlukan sumber energi eksternal.
    • Contoh: termokopel (mengubah panas menjadi listrik), piezoelektrik (menghasilkan listrik saat diberi tekanan).
  • Transduser Pasif
    • Memerlukan sumber energi eksternal untuk menghasilkan sinyal output.
    • Contoh: termistor, strain gauge.

2. Berdasarkan Bentuk Sinyal Output

  • Transduser Analog
    • Menghasilkan sinyal output berupa sinyal kontinu, tampak sebagai nilai tegangan atau arus yang berubah secara halus.
    • Contoh: LVDT (Linear Variable Differential Transformer), termokopel, termistor.
  • Transduser Digital
    • Menghasilkan sinyal output dalam bentuk diskrit (nilai 0 dan 1).
    • Contoh: encoder, sakelar tekanan digital.

3. Berdasarkan Prinsip Kerja (Output Sinyal)



  • Perubahan Resistansi
    • Besaran fisik mengubah nilai resistansi, contohnya RTD (Resistance Temperature Detector), thermistor.
  • Perubahan Kapasitansi
    • Besaran yang diukur mengubah nilai kapasitansi, contohnya sensor kelembaban relatif yang mengubah konstanta dielektrik.
  • Perubahan Induktansi
    • Besaran diukur mengubah nilai induktansi, seperti pada sensor gaya dengan kumparan.
  • Menghasilkan Arus Listrik
    • Besaran yang diukur menghasilkan perubahan arus listrik, contohnya sensor fotolistrik.
  • Menghasilkan Tegangan Listrik
    • Besaran diukur menghasilkan perubahan tegangan listrik, contohnya termokopel dan tacho generator.

Prinsip Kerja Transduser

Prinsip kerja transduser didasarkan pada konversi energi dari bentuk fisik ke energi listrik. Contohnya:

  • Termokopel bekerja berdasarkan efek termoelektrik, yaitu konversi perbedaan suhu menjadi tegangan listrik.
  • Sensor piezoelektrik menghasilkan tegangan listrik ketika terjadi tekanan mekanis.
  • Sensor resistif mengubah resistansi listrik seiring perubahan suhu atau tekanan.
  • Sensor kapasitif mengukur perubahan kapasitansi akibat variasi fisik seperti kelembaban atau posisi.

 

  1. Sensor Cahaya (LDR)
  2. Photo Dioda
  3. Photo Transistor
  4. Sensor Tekanan
  5. Sensor Proximity
  6. Sensor Ultrasonik
  7. Sensor Kecepatan (RPM)
  8. Sensor Magnet
  9. Sensor Penyandi
  10. Sensor Suhu


Senin, 22 September 2025

Konsep Pembuatan Video Iklan

Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK)

1. Tujuan Video Iklan

  • Memperkenalkan produk kepada target konsumen.

  • Menarik minat pembeli melalui pesan yang singkat, jelas, dan menarik.

  • Meningkatkan citra dan daya tarik produk.

2. Unsur Utama Video Iklan

  1. Produk → yang akan diiklankan (makanan, minuman, kerajinan, jasa, dll).

  2. Target Audience → siapa calon pembeli (pelajar, anak muda, ibu rumah tangga, dll).

  3. Pesan Utama → keunggulan produk (unik, enak, murah, sehat, praktis).

  4. Gaya Iklan → lucu, dramatis, informatif, inspiratif, atau formal.

  5. Durasi → 30 detik – 1 menit (ideal untuk media sosial).

3. Alur Konsep (Storyline)

  1. Opening (Hook)

    • Menampilkan masalah/kejadian sehari-hari yang relevan.

    • Contoh: “Lapar di jam istirahat? Mau camilan sehat tapi tetap enak?”

  2. Middle (Produk sebagai Solusi)

    • Menunjukkan produk dengan jelas.

    • Menjelaskan keunggulan: rasa, harga, kualitas, manfaat.

    • Bisa ditambah testimoni singkat atau reaksi pengguna.

  3. Closing (Ajakan / Call to Action)

    • Menutup dengan pesan singkat dan mengajak membeli.

    • Contoh: “Cemilan SehatKu, enaknya bikin ketagihan! Pesan sekarang di Shopee/WA kami.”

4. Contoh Naskah Sederhana

Opening:
Gambar seorang siswa terlihat lesu di kelas.
Narator: “Bosan dengan camilan itu-itu saja?”

Middle:
Gambar produk keripik khas karya siswa.
Narator: “Keripik Kreatif, renyah, gurih, dan sehat tanpa pengawet!”

Closing:
Close up kemasan produk + nomor WA/toko online.
Narator: “Keripik Kreatif, pilihan tepat untuk semua suasana! Yuk, coba sekarang!”

5. Teknik Produksi

  • Alat: HP dengan kamera jernih, tripod sederhana.

  • Pencahayaan: gunakan cahaya alami (dekat jendela) atau lampu ring light.

  • Audio: gunakan musik latar yang sesuai (ceria, semangat, atau elegan).

  • Editing: aplikasi gratis seperti CapCut, VN, atau Canva.

  • Format: buat versi landscape (YouTube) dan portrait (Instagram/TikTok).

6. Tips Agar Iklan Menarik

  • Gunakan tagline singkat & mudah diingat.

  • Tampilkan kemasan produk dengan jelas.

  • Jangan terlalu panjang, fokus pada keunggulan utama.

  • Gunakan ekspresi orang yang sedang menikmati produk.

  • Tambahkan Call to Action (beli sekarang, pesan di WA, follow IG).



Senin, 15 September 2025

Promosi dalam Kewirausahaan

1. Pengertian Promosi

Promosi adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan atau wirausahawan untuk memperkenalkan, membujuk, dan mengingatkan konsumen mengenai produk atau jasa yang ditawarkan dengan tujuan meningkatkan penjualan.

Promosi tidak hanya sekadar iklan, tetapi juga meliputi seluruh aktivitas yang dapat menarik perhatian konsumen agar tertarik membeli.

Media promosi umumnya dibedakan menjadi dua, yakni berdasarkan pembagian bentuk dan platform yang digunakan, di antaranya media promosi offline dan online.

Media offline seringkali disebut juga sebagai media promosi luar ruang Hal ini karena iklan yang Anda buat tampil di luar ruangan, seperti di jalan, gedung, dan di tempat-tempat tertentu.

Selain itu, Anda juga mungkin mengenal adanya media promosi online yang memanfaatkan layanan digital, seperti email marketing dan media sosial. Media ini dalam beberapa tahun terakhir menjadi primadona karena menawarkan kemudahan dan dipandang canggih.

2. Tujuan Promosi

  1. Memperkenalkan produk baru kepada masyarakat.

  2. Meningkatkan penjualan produk atau jasa.

  3. Membentuk citra (image) positif terhadap perusahaan atau merek.

  4. Mempengaruhi konsumen agar berpindah dari produk pesaing.

  5. Mengingatkan konsumen terhadap keberadaan produk.

  6. Menjalin hubungan baik dengan pelanggan.

3. Fungsi Promosi

  • Informasi → memberikan pengetahuan tentang produk.

  • Persuasi → membujuk konsumen untuk membeli.

  • Pengingat → menjaga agar konsumen tetap ingat pada produk.

  • Diferensiasi → membedakan produk dari pesaing.

4. Jenis-Jenis Promosi

Promosi dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, yaitu:

  1. Periklanan (Advertising)

    • Media cetak (koran, majalah, brosur, poster).

    • Media elektronik (radio, televisi, film).

    • Media digital (website, media sosial, iklan online).

  2. Promosi Penjualan (Sales Promotion)

    • Diskon, potongan harga.

    • Kupon, voucher belanja.

    • Bonus produk atau hadiah langsung.

    • Buy 1 Get 1.

  3. Publisitas (Publicity)

    • Promosi tanpa biaya langsung, misalnya pemberitaan di media, liputan kegiatan sosial, atau testimoni pelanggan.

  4. Penjualan Personal (Personal Selling)

    • Interaksi langsung antara penjual dan konsumen, misalnya presentasi, pameran, atau door to door selling.

  5. Pemasaran Digital (Digital Marketing)

    • Promosi melalui Instagram, Facebook, TikTok, marketplace (Shopee, Tokopedia, Lazada), website, hingga email marketing.

5. Strategi Promosi

Agar promosi efektif, wirausahawan perlu menggunakan strategi yang tepat, antara lain:

  1. Segmentasi Pasar → menentukan target konsumen (usia, gender, lokasi, gaya hidup).

  2. Menentukan Media Promosi → pilih media yang sesuai dengan target pasar (remaja lebih mudah dijangkau lewat media sosial).

  3. Pesan Promosi yang Menarik → gunakan bahasa sederhana, slogan yang mudah diingat, dan visual yang menarik.

  4. Anggaran Promosi → sesuaikan dengan kemampuan finansial.

  5. Evaluasi Promosi → menilai efektivitas promosi (apakah meningkatkan penjualan, jumlah pengikut, atau brand awareness).

6. Media Promosi

  1. Offline (Konvensional): brosur, spanduk, banner, pamflet, baliho, pameran, event.

  2. Online (Digital): Instagram Ads, Facebook Ads, Google Ads, marketplace, YouTube, TikTok.

7. Contoh Promosi Produk

  • Produk makanan ringan: promosi melalui media sosial dengan foto menarik, diskon pembelian 2 pcs.

  • Produk pakaian: buat konten video di TikTok dengan gaya kekinian, sertakan hashtag populer.

  • Jasa laundry: pasang banner di depan toko, buat program “cuci 5 gratis 1”.

8. Kelebihan dan Kekurangan Promosi

Kelebihan:

  • Menarik konsumen baru.

  • Meningkatkan loyalitas pelanggan.

  • Membantu memperkenalkan produk baru.

Kekurangan:

  • Membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

  • Jika tidak tepat sasaran, promosi bisa sia-sia.

  • Promosi berlebihan bisa menurunkan citra produk.

Materi: Jenis-Jenis Media Promosi

9. Media Cetak

Media promosi yang menggunakan bahan cetakan sebagai sarana penyampaian informasi.

  • Keterangan: Biaya relatif lebih murah, dapat menjangkau banyak orang, tetapi daya tariknya terbatas pada desain dan visual.

  • Contoh: Brosur, leaflet, pamflet, poster, spanduk, banner, katalog, dan majalah iklan.

10. Media Elektronik

Media yang menggunakan perangkat elektronik untuk menyampaikan pesan promosi.

  • Keterangan: Jangkauannya sangat luas, penyampaian pesan lebih menarik dengan kombinasi audio-visual. Biaya relatif mahal.

  • Contoh: Televisi, radio, dan iklan di bioskop.

11. Media Digital / Online

Media promosi yang memanfaatkan internet dan teknologi digital.

  • Keterangan: Sangat efektif di era modern, dapat menjangkau target audiens lebih spesifik, fleksibel, dan hasilnya bisa diukur.

  • Contoh: Media sosial (Instagram, TikTok, Facebook), website, marketplace (Shopee, Tokopedia), email marketing, dan iklan Google Ads.

12. Media Luar Ruang (Outdoor Media)

Media promosi yang dipasang di area publik dengan tujuan menarik perhatian banyak orang.

  • Keterangan: Daya jangkau tinggi untuk masyarakat umum, cocok untuk meningkatkan brand awareness.

  • Contoh: Billboard, videotron, baliho, reklame di jalan raya, papan nama toko, neon box.

13. Media Tatap Muka (Personal Selling)

Promosi dilakukan melalui interaksi langsung antara penjual dengan konsumen.

  • Keterangan: Komunikasi lebih personal, dapat memberikan penjelasan detail, efektif untuk produk bernilai tinggi.

  • Contoh: Sales promotion, presentasi produk, pameran, dan event marketing.

14. Media Merchandise / Souvenir

Promosi melalui pemberian barang dengan logo atau identitas perusahaan.

  • Keterangan: Meningkatkan kedekatan emosional dengan konsumen, memberi kesan positif, sekaligus media iklan berjalan.

  • Contoh: Kaos, mug, kalender, pulpen, totebag dengan logo perusahaan.

15. Media Sponsorship

Perusahaan mendukung suatu kegiatan atau acara untuk mempromosikan produknya.

  • Keterangan: Meningkatkan citra positif perusahaan, sekaligus memperkenalkan produk kepada target pasar.

  • Contoh: Sponsor konser musik, pertandingan olahraga, lomba sekolah, acara amal.

Kesimpulan

Setiap jenis media promosi memiliki kelebihan dan kekurangannya. Pemilihan media harus disesuaikan dengan:

  • Target pasar

  • Anggaran biaya

  • Jenis produk atau jasa

  • Tujuan promosi

Dengan kombinasi media yang tepat, promosi akan lebih efektif dan menghasilkan dampak maksimal.

Rabu, 10 September 2025

A. MATERI AJAR RANGKAIAN IC LM386

 A. Praktikum Rangkaian IC LM386

1. Pendahuluan

IC LM386 adalah IC audio amplifier daya rendah yang sering digunakan pada perangkat audio sederhana seperti radio, speaker mini, atau interkom. LM386 bekerja dengan tegangan rendah (4V–12V) dan dapat memperkuat sinyal audio dari mikrofon, HP, atau pemutar musik agar dapat didengar melalui speaker.

2. Tujuan Praktikum

  1. Mengenal fungsi dan karakteristik IC LM386.

  2. Membuat rangkaian penguat audio sederhana menggunakan IC LM386.

  3. Mengamati hasil penguatan sinyal audio pada speaker.

  4. Melatih keterampilan merakit rangkaian elektronika.

3. Teori Singkat

  • IC LM386 adalah penguat audio kelas AB dengan daya output sekitar 0,5W – 1W.

  • Tegangan kerja: 4 – 12V (maksimal 18V).

  • Penguatan bawaan (default gain) = 20 kali, bisa ditingkatkan hingga 200 kali dengan menambahkan kapasitor (10µF) antara pin 1 dan 8.

  • Umumnya digunakan pada radio portabel, amplifier mini, mainan elektronik, dan interkom.

Pin IC LM386:



  1. Gain (bisa diberi C untuk atur penguatan)

  2. Input – (inverting)

  3. Input + (non-inverting)

  4. Ground (GND)

  5. Output

  6. Vcc (+ supply)

  7. Bypass (opsional, untuk filter noise)

  8. Gain (sama seperti pin 1)

4. Alat dan Bahan

  • Breadboard / PCB

  • IC LM386

  • Speaker kecil (8Ω, 0.5W – 1W)

  • Kapasitor elektrolit 10µF, 220µF, 470µF

  • Resistor 10kΩ

  • Potensiometer 10kΩ (volume control)

  • Jack audio 3.5mm (input dari HP atau laptop)

  • Kabel jumper

  • Power supply 9V (baterai/kotak adaptor)

5. Langkah Kerja

  1. Rangkai komponen sesuai skema di atas di atas breadboard.

  2. Hubungkan input audio dari HP/laptop ke pin input (via potensiometer).

  3. Hubungkan output ke speaker melalui kapasitor 220µF.

  4. Beri catu daya 9V ke IC LM386.

  5. Putar potensiometer untuk mengatur volume.

  6. Amati apakah suara terdengar pada speaker.



Secara singkat fungsi pin dari IC LM386 ini antara lain :

  • Gain : berfungsi untuk pengaturan gain. Jika kedua pin dibiarkan terbuka, gainnya akan sama dengan 20 yang diatur secara internal. Keuntungan dapat dikendalikan dengan menempatkan sebuah resistor dan sebuah kapasitor di antaranya.
  • — Input dan + Input : merupakan sinyal masukan (Input).
  • GND : dihubungkan ke GND catu daya.
  • Vout : Sinyal keluaran (Output)
  • V : catu daya +.
  • Bypass : befungsi untuk stabilitas, letakkan kapasitor 0.1uF ke GND di terminal ini.

Daftar komponen penyusun rangkaian diatas :

  • D1 : Dioda 1N4004
  • C1, C2 : 10 μF/16V
  • C3 : 220 Î¼F/16V
  • C4 : 47 nF
  • C5 : 0,1 Î¼F/16V
  • R2 : 1 KΩ
  • R3 : 10 Ω
  • R4 : 330 Î©
  • POT : Potensiometer
  • IC : LM386
  • Input : dari perangkat mp3 player, smartphone, laptop
  • Ouput : ke speaker
  • PS : power suppy (dapat berupa baterai 9v, adaptor 12Vdc)

B. Sistem Kerja Rangkaian IC LM386

Rangkaian LM386 pada dasarnya adalah penguat audio mini. Komponen utama IC LM386 berfungsi sebagai amplifier kelas AB yang memperkuat sinyal listrik dari sumber audio (HP, laptop, mikrofon, dll) menjadi lebih besar sehingga dapat menggerakkan speaker.

1. Alur Sinyal dalam Rangkaian

  1. Sumber Audio (HP/MP3 Player/Mikrofon)

    • Sinyal suara (AC) masuk melalui jack audio.

    • Sinyal ini masih kecil (mV) sehingga belum bisa langsung menggerakkan speaker.

  2. Potensiometer (10kΩ)

    • Dipasang sebelum input IC.

    • Berfungsi sebagai pengatur volume dengan mengatur besar kecilnya sinyal yang masuk ke IC.

  3. Input IC LM386 (Pin 3, Non-Inverting Input)

    • Sinyal audio masuk ke pin ini.

    • Pin 2 (inverting input) dihubungkan ke ground agar sinyal stabil.

  4. Proses Penguatan di IC LM386

    • Di dalam IC terdapat rangkaian transistor diferensial, penguat tegangan, dan penguat daya.

    • Default gain (penguatan) = 20 kali.

    • Jika diberi kapasitor 10µF antara pin 1–8 → gain meningkat hingga 200 kali.

  5. Output IC (Pin 5)

    • Sinyal audio sudah diperkuat.

    • Namun, sinyal ini masih berupa sinyal AC yang menumpang pada tegangan DC dari supply.

  6. Kapasitor Output (220µF – 470µF)

    • Kapasitor elektrolit besar dipasang seri dengan speaker.

    • Fungsinya memblok DC dari IC agar tidak masuk ke speaker, sehingga hanya sinyal AC (suara) yang diteruskan.

    • Nilai kapasitor memengaruhi respon frekuensi bass:

      • 220µF → bass kurang tebal

      • 470µF → bass lebih dalam

  7. Speaker (8Ω, 0.5–1W)

    • Mengubah sinyal listrik hasil penguatan menjadi getaran suara yang terdengar.

2. Jalur Catu Daya
  • IC diberi supply +9V pada pin 6, dan ground di pin 4.

  • Pin 7 (bypass) dapat dipasang kapasitor 0.1µF ke ground → mengurangi noise & hum.

  • Rangkaian ini bekerja stabil pada tegangan 5V – 12V, semakin besar tegangan → suara lebih kuat (tapi jangan lebih dari 12V agar IC tidak panas/cepat rusak).

3. Mekanisme Penguatan

  • Input kecil (misalnya 10mV dari HP) → diperkuat 20x → jadi 0.2V di output.

  • Jika diberi kapasitor 10µF pada pin 1–8 → gain 200x → 10mV jadi 2V.

  • Tegangan hasil penguatan ini mampu menggerakkan speaker sehingga terdengar keras.

4. Ringkasan Sederhana

Suara kecil dari HP → masuk ke IC → diperkuat → disaring dengan kapasitor → keluar ke speaker jadi lebih keras.


Tugas Kelompok

1. Buat Kelompok dengan teman kalian
2. Praktikan rangkaian tersebut
3. Buat Box untuk rangkaian tersebut

Selasa, 09 September 2025

Materi Pembelajaran: Soldering (Penyolderan)

Materi Pembelajaran: Soldering (Penyolderan)

1. Pengertian Soldering

Soldering adalah proses menyambungkan dua atau lebih komponen elektronik menggunakan logam pengisi (solder) yang meleleh pada suhu relatif rendah (180–250 °C). Solder akan mencair dan menempel pada kaki komponen serta jalur PCB sehingga menghasilkan sambungan mekanis dan elektrik yang kuat.


2. Tujuan Soldering

  • Membuat sambungan listrik yang baik (konduktif).

  • Menguatkan sambungan mekanis antar komponen.

  • Memperbaiki kerusakan rangkaian elektronik.

  • Merakit rangkaian baru sesuai desain.


3. Alat dan Bahan Soldering

  1. Solder (Soldering Iron)


    • Alat pemanas ujung logam untuk melelehkan timah.

    • Ada tipe manual, solder station (dengan pengatur suhu), dan solder blower (hot air).

  2. Timbal/Solder Wire


    • Campuran logam timah (Sn) dan timbal (Pb) atau tanpa timbal (RoHS).

    • Diameter bervariasi: 0.5 mm – 1 mm untuk elektronik kecil.

  3. Flux


    • Cairan/gel untuk membantu timah menempel, membersihkan oksida.

  4. Sponge / Brass Wire Cleaner


    • Untuk membersihkan ujung solder dari sisa timah.

  5. PCB (Printed Circuit Board)


    • Tempat jalur tembaga dan komponen elektronik dirakit.

  6. Komponen Elektronika


    • Resistor, kapasitor, IC, transistor, dll.

  7. Peralatan bantu


    • Tang potong, tang lancip, penyedot timah (desolder pump), pinset.


4. Jenis Soldering

  1. Hand Soldering – menggunakan solder manual.

  2. Wave Soldering – untuk produksi massal, papan melewati gelombang solder cair.

  3. Reflow Soldering – menggunakan oven reflow, biasanya untuk SMD.


5. Teknik Dasar Soldering

  1. Persiapan

    • Pastikan ujung solder bersih.

    • Panaskan solder ±350 °C.

    • Oleskan sedikit flux bila perlu.

  2. Proses Penyolderan

    • Tempelkan ujung solder pada kaki komponen dan jalur PCB selama 1–2 detik.

    • Masukkan kawat timah hingga meleleh dan menutupi sambungan.

    • Angkat timah terlebih dahulu, kemudian angkat solder.

  3. Hasil yang Baik

    • Permukaan timah mengkilap.

    • Tidak ada gumpalan berlebih.

    • Sambungan kuat, tidak goyang.


6. Kesalahan Umum dalam Soldering

  • Cold Solder Joint (sambungan dingin) → timah tidak menempel sempurna, permukaan kusam.

  • Overheating → PCB atau komponen terbakar karena panas berlebihan.

  • Terlalu banyak timah → bisa menyebabkan short antar jalur.

  • Tidak cukup timah → sambungan lemah dan mudah lepas.


7. Teknik Desoldering (Melepas Solder)

  • Desolder Pump: penyedot timah untuk melepas timah cair.

  • Solder Wick (kawat penyerap): menyerap timah berlebih.

  • Hot Air (blower): memanaskan komponen SMD agar mudah dilepas.


8. Keselamatan Kerja

  • Gunakan kacamata pelindung untuk menghindari percikan timah.

  • Jangan menyentuh ujung solder (suhu 300–400 °C).

  • Gunakan ventilasi baik karena asap solder bisa berbahaya.

  • Simpan solder pada stand (bukan di meja).

Senin, 08 September 2025

Materi Pelajaran PKK: Pengelolaan Jasa (Kelas 12)

Pendahuluan

Pengelolaan jasa adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian aktivitas untuk menyediakan layanan yang memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam dunia kewirausahaan, jasa memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari produk fisik, sehingga memerlukan strategi pengelolaan yang tepat.

Tujuan Pembelajaran

  1. Memahami karakteristik jasa dan perbedaannya dengan barang.
  2. Menjelaskan langkah-langkah pengelolaan jasa dalam bisnis.
  3. Menerapkan prinsip pengelolaan jasa dalam studi kasus sederhana.

Karakteristik Jasa

Jasa memiliki empat karakteristik utama (4I):

  1. Intangibility (Tidak Berwujud): Jasa tidak dapat dilihat, disentuh, atau disimpan sebelum dikonsumsi.
  2. Inseparability (Tidak Dapat Dipisahkan): Produksi dan konsumsi jasa terjadi secara bersamaan, melibatkan interaksi langsung antara penyedia dan pelanggan.
  3. Inconsistency (Tidak Konsisten): Kualitas jasa bervariasi tergantung pada penyedia, pelanggan, waktu, dan tempat.
  4. Inventory (Tidak Dapat Disimpan): Jasa tidak dapat disimpan untuk digunakan di kemudian hari.

Langkah-Langkah Pengelolaan Jasa

  1. Identifikasi Kebutuhan Pelanggan
    • Lakukan riset pasar untuk memahami harapan dan kebutuhan pelanggan.
    • Contoh: Survei kepuasan pelanggan untuk jasa salon.
  2. Perancangan Jasa
    • Tentukan jenis jasa yang akan ditawarkan (contoh: jasa konsultasi, perawatan kecantikan, atau transportasi).
    • Buat desain proses pelayanan yang jelas, termasuk alur pelayanan dan standar operasional prosedur (SOP).
  3. Pengelolaan Kualitas Jasa
    • Gunakan model SERVQUAL untuk mengevaluasi kualitas jasa berdasarkan 5 dimensi:
      • Tangibles (penampilan fisik)
      • Reliability (keandalan)
      • Responsiveness (daya tanggap)
      • Assurance (jaminan)
      • Empathy (empati)
    • Contoh: Memastikan karyawan ramah dan fasilitas bersih di jasa restoran.
  4. Pengelolaan Sumber Daya Manusia
    • Rekrut dan latih karyawan untuk memberikan pelayanan yang konsisten.
    • Contoh: Pelatihan customer service untuk staf jasa travel.
  5. Pemasaran Jasa
    • Gunakan bauran pemasaran jasa (7P): Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence.
    • Contoh: Promosi melalui media sosial untuk jasa fotografi.
  6. Pengendalian dan Evaluasi
    • Lakukan evaluasi berkala melalui umpan balik pelanggan.
    • Gunakan indikator seperti tingkat kepuasan pelanggan dan tingkat pengulangan pembelian.
Pengelolaan Bisnis Jasa

Pendahuluan

Pengelolaan bisnis jasa adalah proses merancang, mengoperasikan, dan mengendalikan aktivitas bisnis yang berfokus pada penyediaan layanan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Bisnis jasa memiliki karakteristik unik yang memerlukan strategi khusus agar dapat bersaing dan berkembang.

Tujuan Pembelajaran

  1. Memahami konsep dan karakteristik bisnis jasa.
  2. Mengidentifikasi langkah-langkah pengelolaan bisnis jasa.
  3. Merancang rencana sederhana untuk pengelolaan bisnis jasa.

Karakteristik Bisnis Jasa

Bisnis jasa memiliki ciri-ciri utama yang dikenal sebagai 4I:

  1. Intangibility (Tidak Berwujud): Jasa tidak dapat disentuh, dilihat, atau dicoba sebelum dikonsumsi.
  2. Inseparability (Tidak Dapat Dipisahkan): Penyediaan dan konsumsi jasa terjadi secara bersamaan, melibatkan interaksi langsung.
  3. Inconsistency (Tidak Konsisten): Kualitas jasa bergantung pada penyedia, pelanggan, dan situasi.
  4. Inventory (Tidak Dapat Disimpan): Jasa tidak dapat disimpan untuk dijual di masa depan.

Langkah-Langkah Pengelolaan Bisnis Jasa

  1. Analisis Kebutuhan Pelanggan
    • Lakukan riset pasar untuk memahami kebutuhan dan harapan pelanggan.
    • Contoh: Wawancara pelanggan untuk mengetahui preferensi dalam jasa perawatan mobil.
  2. Perancangan Layanan
    • Tentukan jenis jasa yang ditawarkan (contoh: jasa catering, cleaning service).
    • Susun alur pelayanan dan SOP untuk memastikan konsistensi.
    • Contoh: Prosedur pemesanan dan pengantaran untuk jasa catering.
  3. Manajemen Kualitas Layanan
    • Terapkan model SERVQUAL dengan 5 dimensi kualitas:
      • Tangibles: Penampilan fasilitas dan karyawan.
      • Reliability: Kemampuan memberikan layanan yang dijanjikan.
      • Responsiveness: Kecepatan dan ketepatan dalam melayani.
      • Assurance: Pengetahuan dan kepercayaan yang diberikan kepada pelanggan.
      • Empathy: Perhatian terhadap kebutuhan individu pelanggan.
    • Contoh: Menyediakan fasilitas bersih dan nyaman di jasa spa.
  4. Pengelolaan Sumber Daya Manusia
    • Rekrut karyawan yang kompeten dan berikan pelatihan berkala.
    • Contoh: Pelatihan komunikasi untuk staf jasa konsultasi keuangan.
  5. Strategi Pemasaran Bisnis Jasa
    • Gunakan bauran pemasaran 7P:
      • Product: Jenis layanan yang ditawarkan.
      • Price: Harga kompetitif sesuai nilai jasa.
      • Place: Lokasi strategis atau akses daring.
      • Promotion: Promosi melalui media sosial, diskon, atau iklan.
      • People: Karyawan yang ramah dan profesional.
      • Process: Proses layanan yang efisien.
      • Physical Evidence: Bukti fisik seperti seragam, brosur, atau fasilitas.
    • Contoh: Promosi jasa fotografi melalui Instagram dengan portofolio menarik.
  6. Pengendalian dan Evaluasi
    • Kumpulkan umpan balik pelanggan melalui kuesioner atau ulasan daring.
    • Gunakan indikator kinerja seperti tingkat kepuasan pelanggan atau jumlah pelanggan tetap.
    • Contoh: Mengevaluasi kepuasan pelanggan jasa antar makanan setiap bulan.

Contoh Rencana Bisnis Jasa

Nama Bisnis: Jasa Cleaning Service Rumah



  1. Kebutuhan Pelanggan: Layanan pembersihan rumah yang cepat, rapi, dan terjangkau.
  2. Desain Layanan:
    • Pembersihan standar (debu, vakum, pembersihan kamar mandi).
    • Alur: Pemesanan via aplikasi, konfirmasi jadwal, pelaksanaan, dan evaluasi.
  3. Pemasaran (7P):
    • Product: Pembersihan rumah harian atau mingguan.
    • Price: Rp150.000 per sesi.
    • Place: Wilayah perkotaan dengan layanan daring.
    • Promotion: Diskon 20% untuk pelanggan baru.
    • People: Petugas terlatih dan berseragam.
    • Process: Pemesanan dan pembayaran via aplikasi.
    • Physical Evidence: Sertifikat kebersihan dan laporan layanan.
  4. Evaluasi: Survei kepuasan pelanggan setiap 3 bulan, target 85% pelanggan puas.

Studi Kasus

Seorang wirausahawan ingin membuka jasa laundry kiloan. Buatlah rencana pengelolaan jasa dengan langkah-langkah berikut:

  1. Identifikasi kebutuhan pelanggan (contoh: layanan antar-jemput).
  2. Rancang proses pelayanan (contoh: penerimaan, pencucian, pengemasan, pengantaran).
  3. Tentukan strategi pemasaran (contoh: diskon untuk pelanggan baru).
  4. Tetapkan indikator keberhasilan (contoh: 80% pelanggan puas).

Aktivitas Siswa

  1. Diskusikan dalam kelompok: Apa tantangan utama dalam mengelola jasa dibandingkan barang?
  2. Buat rencana sederhana untuk bisnis jasa (contoh: jasa les privat) dengan mempertimbangkan 7P.