Rabu, 23 Juli 2025

JFET (Junction Field Effect Transistor)

 Apa itu JFET?

JFET (Junction Field Effect Transistor) adalah transistor efek medan yang menggunakan arus listrik dikendalikan oleh tegangan listrik, bukan oleh arus seperti pada BJT (Bipolar Junction Transistor). JFET merupakan transistor unipolar, artinya hanya melibatkan satu jenis pembawa muatan: elektron (untuk N-channel) atau hole (untuk P-channel).

Struktur Dasar JFET

Terdiri dari tiga terminal:

  • Gate (G): terminal kontrol (diberi tegangan)
  • Source (S): tempat masuknya pembawa muatan
  • Drain (D): tempat keluarnya pembawa muatan

Dua Jenis JFET:

  1. N-channel JFET: menggunakan elektron sebagai pembawa muatan mayoritas (lebih umum)
  2. P-channel JFET: menggunakan hole sebagai pembawa muatan mayoritas

Catatan: N-channel lebih banyak digunakan karena mobilitas elektronnya lebih tinggi. 

Cara Kerja JFET (N-channel)

1. Tanpa Tegangan Gate (V<sub>GS</sub> = 0):

  • JFET dalam kondisi aktif (ON).
  • Arus mengalir dari Drain ke Source (I<sub>D</sub>) melalui kanal sempit N.
  • P-N junction (antara Gate dan kanal) dalam kondisi reverse bias.

2. Diberi Tegangan Negatif di Gate (V<sub>GS</sub> < 0):

  • Lebar daerah deplesi meningkat, mempersempit kanal.
  • Arus Drain (I<sub>D</sub>) menurun.
  • Jika V<sub>GS</sub> terlalu negatif, kanal tertutup sepenuhnya → JFET mati (OFF) → disebut V<sub>GS(off)</sub>.

Karakteristik JFET

  • I<sub>DSS</sub>: Arus maksimum Drain saat Gate-Source = 0
  • V<sub>GS(off)</sub>: Tegangan di mana arus Drain turun menjadi 0
  • g<sub>m</sub> (Transconductance): Mengukur perubahan I<sub>D</sub> terhadap perubahan V<sub>GS</sub>

Persamaan I<sub>D</sub> dalam daerah aktif:



 Aplikasi JFET

·         Penguat sinyal kecil (amplifier)

·         Saklar elektronik

·         Buffer (karena input impedance sangat tinggi)

·         Osilator dan rangkaian filter

Kekurangan JFET

·         Gain lebih rendah dibanding BJT

·         Kurang cocok untuk switching berkecepatan tinggi dibanding MOSFET

·         Rentan terhadap kerusakan akibat tegangan lebih (karena gate reverse bias)

Parameter

JFET

BJT

Jenis kontrol

Tegangan (Voltage)

Arus (Current)

Impedansi input

Sangat tinggi

Rendah

Noise

Lebih rendah

Lebih tinggi

Konsumsi daya

Lebih hemat

Lebih boros

Catatan Tambahan

·         JFET tidak memiliki lapisan oksida seperti MOSFET, sehingga gate-nya lebih tahan terhadap elektrostatik.

·         Cocok untuk penguat impedansi tinggi, misalnya dalam instrumen audio dan alat ukur sensitif.

 Prinsip Kerja JFET

Transistor JFET bekerja berdasarkan prinsip pengendalian arus listrik melalui medan listrik, dengan tegangan antara gate dan source (V<sub>GS</sub>) yang mengatur lebar kanal konduksi antara drain dan source.

Struktur Dasar N-Channel JFET

Sebelum memahami prinsip kerjanya, penting tahu strukturnya:

·         Kanal N: tempat arus utama mengalir dari Drain ke Source.

·         Sisi kanal dilapisi material P-type yang membentuk junction P-N dengan kanal.

·         Gate dihubungkan ke sisi P-type.

·         Gate-Source diberi bias mundur (reverse bias).

Alur Kerja JFET N-Channel (Langkah demi Langkah)

1. Tanpa Tegangan Gate (V<sub>GS</sub> = 0)

·         Kanal N terbuka lebar.

·         Arus I<sub>D</sub> (Drain Current) mengalir bebas dari Drain ke Source.

·         Hanya tegangan Drain-Source (V<sub>DS</sub>) yang diberikan.

·         Daerah deplesi kecil karena Gate dan Source setara.

2. Diberi Tegangan Gate Negatif (V<sub>GS</sub> < 0)

·         Gate diberi bias negatif terhadap Source.

·         Daerah deplesi (non-konduktif) di junction P-N melebar ke dalam kanal N.

·         Kanal menjadi lebih sempit → arus Drain berkurang.

3. Titik Penjepit (Pinch-Off)

·         Saat V<sub>DS</sub> meningkat cukup besar, akan muncul titik di mana kanal menyempit total di satu titik, tapi arus I<sub>D</sub> tetap konstan.

·         Titik ini disebut pinch-off voltage (V<sub>P</sub>).

·         Walaupun V<sub>DS</sub> naik, I<sub>D</sub> tidak berubah → transistor memasuki daerah aktif (saturation region).

4. V<sub>GS</sub> Terlalu Negatif (V<sub>GS</sub> = V<sub>GS(off)</sub>)

·         Kanal tertutup sepenuhnya.

·         Arus Drain terhenti (I<sub>D</sub> ≈ 0).

·         Kondisi ini disebut cut-off.

Kurva Karakteristik Umum

I<sub>D</sub> vs V<sub>DS</sub> (untuk beberapa nilai V<sub>GS</sub>):

·         Saat V<sub>GS</sub> = 0: I<sub>D</sub> maksimum (disebut I<sub>DSS</sub>)

·         Saat V<sub>GS</sub> = V<sub>GS(off)</sub>: I<sub>D</sub> ≈ 0

·         Di antara keduanya, arus menurun kuadratis:



Aspek

Penjelasan

Kontrol arus

Dilakukan oleh tegangan gate-source (VGS), bukan oleh arus gate

Impedansi Input

Sangat tinggi (gate di-reverse bias)

Kanal

Dipersempit oleh medan listrik dari gate

Arah Arus

Mengalir dari Drain → Source (N-channel), sebaliknya untuk P-channel

Kondisi OFF

Ketika kanal benar-benar tertutup oleh daerah deplesi

Transistor aktif

Saat kanal cukup terbuka dan ID stabil

Perbandingan Sederhana

Ibarat keran air:

·         Arus air = I<sub>D</sub>

·         Pipa = kanal semikonduktor

·         Pegangan keran = tegangan gate

Semakin negatif V<sub>GS</sub> → semakin "tertutup" kanal → air makin kecil → sampai tertutup penuh

Pengertian FET

Tidak ada komentar:

Posting Komentar