Apa itu JFET?
JFET (Junction Field Effect Transistor) adalah transistor
efek medan yang menggunakan arus listrik dikendalikan oleh tegangan
listrik, bukan oleh arus seperti pada BJT (Bipolar Junction Transistor).
JFET merupakan transistor unipolar, artinya hanya melibatkan satu
jenis pembawa muatan: elektron (untuk N-channel) atau hole (untuk
P-channel).
Struktur Dasar JFET
Terdiri dari tiga terminal:
- Gate
(G): terminal kontrol (diberi tegangan)
- Source
(S): tempat masuknya pembawa muatan
- Drain
(D): tempat keluarnya pembawa muatan
Dua Jenis JFET:
- N-channel
JFET: menggunakan elektron sebagai pembawa muatan mayoritas (lebih
umum)
- P-channel
JFET: menggunakan hole sebagai pembawa muatan mayoritas
Catatan: N-channel lebih banyak digunakan karena mobilitas
elektronnya lebih tinggi.
Cara Kerja JFET
(N-channel)
1. Tanpa Tegangan Gate (V<sub>GS</sub> = 0):
- JFET
dalam kondisi aktif (ON).
- Arus
mengalir dari Drain ke Source (I<sub>D</sub>) melalui
kanal sempit N.
- P-N
junction (antara Gate dan kanal) dalam kondisi reverse bias.
2. Diberi Tegangan Negatif di Gate
(V<sub>GS</sub> < 0):
- Lebar
daerah deplesi meningkat, mempersempit kanal.
- Arus
Drain (I<sub>D</sub>) menurun.
- Jika
V<sub>GS</sub> terlalu negatif, kanal tertutup sepenuhnya
→ JFET mati (OFF) → disebut V<sub>GS(off)</sub>.
Karakteristik JFET
- I<sub>DSS</sub>:
Arus maksimum Drain saat Gate-Source = 0
- V<sub>GS(off)</sub>:
Tegangan di mana arus Drain turun menjadi 0
- g<sub>m</sub>
(Transconductance): Mengukur perubahan I<sub>D</sub>
terhadap perubahan V<sub>GS</sub>
Persamaan I<sub>D</sub> dalam daerah aktif:
Aplikasi JFET
·
Penguat sinyal kecil (amplifier)
·
Saklar elektronik
·
Buffer (karena input impedance sangat tinggi)
·
Osilator dan rangkaian filter
Kekurangan JFET
·
Gain lebih rendah dibanding BJT
·
Kurang cocok untuk switching berkecepatan tinggi
dibanding MOSFET
·
Rentan terhadap kerusakan akibat tegangan lebih
(karena gate reverse bias)
|
Parameter |
JFET |
BJT |
|
Jenis kontrol |
Tegangan (Voltage) |
Arus (Current) |
|
Impedansi input |
Sangat tinggi |
Rendah |
|
Noise |
Lebih rendah |
Lebih tinggi |
|
Konsumsi daya |
Lebih hemat |
Lebih boros |
Catatan Tambahan
·
JFET tidak memiliki lapisan oksida
seperti MOSFET, sehingga gate-nya lebih tahan terhadap elektrostatik.
·
Cocok untuk penguat impedansi tinggi,
misalnya dalam instrumen audio dan alat ukur sensitif.
Prinsip Kerja JFET
Transistor JFET bekerja berdasarkan prinsip pengendalian
arus listrik melalui medan listrik, dengan tegangan antara gate dan
source (V<sub>GS</sub>) yang mengatur lebar kanal konduksi
antara drain dan source.
Struktur Dasar
N-Channel JFET
Sebelum memahami prinsip kerjanya, penting tahu
strukturnya:
·
Kanal N: tempat arus utama mengalir dari Drain
ke Source.
·
Sisi kanal dilapisi material P-type yang
membentuk junction P-N dengan kanal.
·
Gate dihubungkan ke sisi P-type.
·
Gate-Source diberi bias mundur
(reverse bias).
Alur Kerja JFET
N-Channel (Langkah demi Langkah)
1. Tanpa Tegangan Gate (V<sub>GS</sub> =
0)
·
Kanal N terbuka lebar.
·
Arus I<sub>D</sub> (Drain
Current) mengalir bebas dari Drain ke Source.
·
Hanya tegangan Drain-Source
(V<sub>DS</sub>) yang diberikan.
·
Daerah deplesi kecil karena Gate dan Source
setara.
2. Diberi Tegangan Gate Negatif
(V<sub>GS</sub> < 0)
·
Gate diberi bias negatif terhadap Source.
·
Daerah deplesi (non-konduktif) di
junction P-N melebar ke dalam kanal N.
·
Kanal menjadi lebih sempit → arus Drain berkurang.
3. Titik Penjepit (Pinch-Off)
·
Saat V<sub>DS</sub> meningkat cukup
besar, akan muncul titik di mana kanal menyempit total di satu titik,
tapi arus I<sub>D</sub> tetap konstan.
·
Titik ini disebut pinch-off voltage
(V<sub>P</sub>).
·
Walaupun V<sub>DS</sub> naik,
I<sub>D</sub> tidak berubah → transistor memasuki daerah aktif
(saturation region).
4. V<sub>GS</sub> Terlalu Negatif
(V<sub>GS</sub> = V<sub>GS(off)</sub>)
·
Kanal tertutup sepenuhnya.
·
Arus Drain terhenti
(I<sub>D</sub> ≈ 0).
·
Kondisi ini disebut cut-off.
Kurva Karakteristik
Umum
I<sub>D</sub> vs
V<sub>DS</sub> (untuk beberapa nilai V<sub>GS</sub>):
·
Saat V<sub>GS</sub> = 0:
I<sub>D</sub> maksimum (disebut I<sub>DSS</sub>)
·
Saat V<sub>GS</sub> =
V<sub>GS(off)</sub>: I<sub>D</sub> ≈ 0
·
Di antara keduanya, arus menurun kuadratis:
|
Aspek |
Penjelasan |
|
Kontrol arus |
Dilakukan oleh tegangan gate-source (VGS), bukan
oleh arus gate |
|
Impedansi Input |
Sangat tinggi (gate di-reverse bias) |
|
Kanal |
Dipersempit oleh medan listrik dari gate |
|
Arah Arus |
Mengalir dari Drain → Source (N-channel),
sebaliknya untuk P-channel |
|
Kondisi OFF |
Ketika kanal benar-benar tertutup oleh daerah deplesi |
|
Transistor aktif |
Saat kanal cukup terbuka dan ID stabil |
Perbandingan Sederhana
Ibarat keran air:
·
Arus air = I<sub>D</sub>
·
Pipa = kanal semikonduktor
·
Pegangan keran = tegangan gate
Semakin negatif V<sub>GS</sub> → semakin "tertutup" kanal → air makin kecil → sampai tertutup penuh


Tidak ada komentar:
Posting Komentar