1. Sensor Suhu (Temperature Sensor)
-
Fungsi: Mengukur suhu suatu lingkungan atau benda.
-
Contoh: LM35, DHT11/DHT22, Thermistor (NTC/PTC).
-
Prinsip kerja: Perubahan suhu menyebabkan perubahan resistansi/tegangan yang diterjemahkan sebagai data suhu.
-
Penerapan: Termometer digital, AC otomatis, kulkas, monitoring suhu server.
2. Sensor Cahaya (Light Sensor)
-
Fungsi: Mendeteksi intensitas cahaya.
-
Contoh: LDR (Light Dependent Resistor), Photodiode.
-
Prinsip kerja: LDR mengubah nilai resistansi sesuai jumlah cahaya yang diterimanya (semakin terang → resistansi turun).
-
Penerapan: Lampu jalan otomatis, kamera digital, sistem alarm cahaya.
3. Sensor Gerak (Motion Sensor)
-
Fungsi: Mendeteksi adanya gerakan objek (biasanya manusia/hewan).
-
Contoh: PIR (Passive Infrared Sensor).
-
Prinsip kerja: PIR mendeteksi perubahan radiasi inframerah dari tubuh manusia. Jika ada pergerakan, nilai output berubah.
-
Penerapan: Alarm rumah, lampu otomatis di koridor, sistem keamanan.
4. Sensor Tekanan (Pressure Sensor)
-
Fungsi: Mengukur tekanan udara, cairan, atau gas.
-
Contoh: BMP180 (tekanan udara), MPX5010 (tekanan fluida).
-
Prinsip kerja: Menggunakan strain gauge atau kapasitansi yang berubah karena tekanan.
-
Penerapan: Pengukur tekanan ban, altimeter pada pesawat, alat kedokteran (tensi digital).
5. Sensor Kelembapan (Humidity Sensor)
-
Fungsi: Mengukur kelembapan relatif udara (%RH).
-
Contoh: DHT22, HIH-4000.
-
Prinsip kerja: Perubahan kelembapan mengubah kapasitansi/resistansi bahan higroskopis pada sensor.
-
Penerapan: Greenhouse pertanian, AC otomatis, ruangan penyimpanan makanan.
6. Sensor Gas
-
Fungsi: Mendeteksi adanya gas tertentu.
-
Contoh: MQ-2 (LPG & asap), MQ-7 (CO), MQ-135 (polusi udara).
-
Prinsip kerja: Resistansi sensor berubah ketika terkena molekul gas tertentu.
-
Penerapan: Alarm kebocoran gas, detektor asap, sistem kualitas udara.
7. Sensor Jarak (Distance Sensor)
-
Fungsi: Mengukur jarak suatu objek dari sensor.
-
Contoh: Ultrasonik HC-SR04, Infrared Sharp GP2Y0A21.
-
Prinsip kerja:
-
Ultrasonik: Mengirim gelombang suara → pantulan dihitung waktu tempuhnya → dikonversi ke jarak.
-
Infrared: Mengukur pantulan cahaya infra merah ke objek.
-
-
Penerapan: Parkir mobil, robot navigasi, sensor pintu otomatis.
8. Sensor Sentuh (Touch Sensor)
-
Fungsi: Mendeteksi sentuhan dari jari atau benda konduktif.
-
Contoh: TTP223, kapasitor sentuh pada layar smartphone.
-
Prinsip kerja: Menggunakan prinsip kapasitif (jari manusia mengubah kapasitansi pada elektroda sensor).
-
Penerapan: Layar smartphone, tombol digital, panel kontrol peralatan elektronik.
9. Sensor Kecepatan (Speed Sensor)
-
Fungsi: Mengukur kecepatan putaran atau pergerakan.
-
Contoh: Hall Effect Sensor, Optocoupler.
-
Prinsip kerja:
-
Hall Effect: Medan magnet dari roda yang berputar mengubah tegangan sensor.
-
Optocoupler: Objek yang melintas memotong cahaya infra merah sehingga dihitung frekuensinya.
-
-
Penerapan: Speedometer kendaraan, tachometer mesin, pengukur kecepatan kipas.
10. Sensor Arus dan Tegangan
-
Fungsi: Mengukur arus listrik (A) dan tegangan listrik (V).
-
Contoh: ACS712 (arus), ZMPT101B (tegangan).
-
Prinsip kerja:
-
Arus (ACS712): Berdasarkan efek Hall, medan magnet dari aliran arus listrik diukur.
-
Tegangan (ZMPT101B): Menggunakan transformator kecil untuk menurunkan tegangan dan mendeteksinya.
-
-
Penerapan: Monitoring listrik PLN, sistem proteksi inverter, kontrol beban.
Rangkuman
-
Setiap sensor memiliki fungsi berbeda: suhu, cahaya, gerak, tekanan, kelembapan, gas, jarak, sentuh, kecepatan, arus/tegangan.
-
Prinsip kerja sensor bisa berdasarkan perubahan resistansi, kapasitansi, radiasi, gelombang, atau medan magnet.
-
Sensor banyak digunakan dalam industri, otomotif, kesehatan, rumah pintar, pertanian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar