Rabu, 03 September 2025

Penjelasan Macam-Macam Sensor

 1. Sensor Suhu (Temperature Sensor)

  • Fungsi: Mengukur suhu suatu lingkungan atau benda.

  • Contoh: LM35, DHT11/DHT22, Thermistor (NTC/PTC).

  • Prinsip kerja: Perubahan suhu menyebabkan perubahan resistansi/tegangan yang diterjemahkan sebagai data suhu.

  • Penerapan: Termometer digital, AC otomatis, kulkas, monitoring suhu server.

2. Sensor Cahaya (Light Sensor)

  • Fungsi: Mendeteksi intensitas cahaya.

  • Contoh: LDR (Light Dependent Resistor), Photodiode.

  • Prinsip kerja: LDR mengubah nilai resistansi sesuai jumlah cahaya yang diterimanya (semakin terang → resistansi turun).

  • Penerapan: Lampu jalan otomatis, kamera digital, sistem alarm cahaya.

3. Sensor Gerak (Motion Sensor)

  • Fungsi: Mendeteksi adanya gerakan objek (biasanya manusia/hewan).

  • Contoh: PIR (Passive Infrared Sensor).

  • Prinsip kerja: PIR mendeteksi perubahan radiasi inframerah dari tubuh manusia. Jika ada pergerakan, nilai output berubah.

  • Penerapan: Alarm rumah, lampu otomatis di koridor, sistem keamanan.

4. Sensor Tekanan (Pressure Sensor)

  • Fungsi: Mengukur tekanan udara, cairan, atau gas.

  • Contoh: BMP180 (tekanan udara), MPX5010 (tekanan fluida).

  • Prinsip kerja: Menggunakan strain gauge atau kapasitansi yang berubah karena tekanan.

  • Penerapan: Pengukur tekanan ban, altimeter pada pesawat, alat kedokteran (tensi digital).

5. Sensor Kelembapan (Humidity Sensor)

  • Fungsi: Mengukur kelembapan relatif udara (%RH).

  • Contoh: DHT22, HIH-4000.

  • Prinsip kerja: Perubahan kelembapan mengubah kapasitansi/resistansi bahan higroskopis pada sensor.

  • Penerapan: Greenhouse pertanian, AC otomatis, ruangan penyimpanan makanan.

6. Sensor Gas

  • Fungsi: Mendeteksi adanya gas tertentu.

  • Contoh: MQ-2 (LPG & asap), MQ-7 (CO), MQ-135 (polusi udara).

  • Prinsip kerja: Resistansi sensor berubah ketika terkena molekul gas tertentu.

  • Penerapan: Alarm kebocoran gas, detektor asap, sistem kualitas udara.

7. Sensor Jarak (Distance Sensor)

  • Fungsi: Mengukur jarak suatu objek dari sensor.

  • Contoh: Ultrasonik HC-SR04, Infrared Sharp GP2Y0A21.

  • Prinsip kerja:

    • Ultrasonik: Mengirim gelombang suara → pantulan dihitung waktu tempuhnya → dikonversi ke jarak.

    • Infrared: Mengukur pantulan cahaya infra merah ke objek.

  • Penerapan: Parkir mobil, robot navigasi, sensor pintu otomatis.

8. Sensor Sentuh (Touch Sensor)

  • Fungsi: Mendeteksi sentuhan dari jari atau benda konduktif.

  • Contoh: TTP223, kapasitor sentuh pada layar smartphone.

  • Prinsip kerja: Menggunakan prinsip kapasitif (jari manusia mengubah kapasitansi pada elektroda sensor).

  • Penerapan: Layar smartphone, tombol digital, panel kontrol peralatan elektronik.

9. Sensor Kecepatan (Speed Sensor)

  • Fungsi: Mengukur kecepatan putaran atau pergerakan.

  • Contoh: Hall Effect Sensor, Optocoupler.

  • Prinsip kerja:

    • Hall Effect: Medan magnet dari roda yang berputar mengubah tegangan sensor.

    • Optocoupler: Objek yang melintas memotong cahaya infra merah sehingga dihitung frekuensinya.

  • Penerapan: Speedometer kendaraan, tachometer mesin, pengukur kecepatan kipas.

10. Sensor Arus dan Tegangan

  • Fungsi: Mengukur arus listrik (A) dan tegangan listrik (V).

  • Contoh: ACS712 (arus), ZMPT101B (tegangan).

  • Prinsip kerja:

    • Arus (ACS712): Berdasarkan efek Hall, medan magnet dari aliran arus listrik diukur.

    • Tegangan (ZMPT101B): Menggunakan transformator kecil untuk menurunkan tegangan dan mendeteksinya.

  • Penerapan: Monitoring listrik PLN, sistem proteksi inverter, kontrol beban.

Rangkuman

  • Setiap sensor memiliki fungsi berbeda: suhu, cahaya, gerak, tekanan, kelembapan, gas, jarak, sentuh, kecepatan, arus/tegangan.

  • Prinsip kerja sensor bisa berdasarkan perubahan resistansi, kapasitansi, radiasi, gelombang, atau medan magnet.

  • Sensor banyak digunakan dalam industri, otomotif, kesehatan, rumah pintar, pertanian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar