Rabu, 08 Oktober 2025

LDR (LIGHT DEPENDENT RESISTOR)

 1. Pengertian LDR

LDR (Light Dependent Resistor) atau resistor peka cahaya adalah jenis resistor yang nilai resistansinya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya yang mengenainya.

  • Saat cahaya terang, resistansinya menurun.

  • Saat cahaya redup atau gelap, resistansinya meningkat.

Komponen ini sering digunakan pada sistem otomatisasi seperti lampu jalan otomatis, alarm cahaya, dan sensor robot.

2. Prinsip Kerja LDR

LDR bekerja berdasarkan efek fotokonduktivitas, yaitu kemampuan bahan semikonduktor untuk mengubah konduktivitas listriknya ketika terkena cahaya.

  • Tanpa cahaya (gelap): Elektron pada LDR sulit bergerak, sehingga hambatan besar (ratusan kilo ohm).

  • Dengan cahaya (terang): Cahaya memberikan energi pada elektron, membuatnya bebas bergerak dan menurunkan hambatan (menjadi beberapa ratus ohm).

3. Simbol dan Bentuk LDR

Simbol LDR:


Biasanya digambarkan seperti resistor dengan dua panah yang mengarah ke resistor (melambangkan cahaya).

Bentuk Fisik:

LDR biasanya berbentuk bulat kecil dengan permukaan bergelombang (pola zig-zag), terbuat dari bahan cadmium sulfide (CdS) atau cadmium selenide (CdSe).

4. Karakteristik LDR


Semakin terang cahaya → semakin kecil nilai resistansi.

5. Rangkaian Dasar LDR

a. Rangkaian Pembagi Tegangan (Voltage Divider)

LDR biasanya dikombinasikan dengan resistor tetap untuk membentuk pembagi tegangan:

Vout = (R2 / (R1 + R2)) × Vin

Jika:

  • R1 = LDR

  • R2 = resistor tetap

Maka tegangan keluaran (Vout) akan berubah-ubah sesuai intensitas cahaya.

b. Contoh Rangkaian: Lampu Otomatis

  • LDR dihubungkan ke basis transistor.

  • Ketika gelap, resistansi LDR tinggi → transistor aktif → lampu menyala.

  • Ketika terang, resistansi LDR rendah → transistor off → lampu mati.

6. Contoh Penggunaan LDR

  1. Lampu taman otomatis (nyala saat malam).

  2. Robot line follower (mendeteksi garis terang/gelap).

  3. Sensor keamanan (alarm saat cahaya terhalang).

  4. Pengatur intensitas layar otomatis pada smartphone.

7. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  • Harga murah dan mudah didapat.

  • Tidak memerlukan sumber daya tambahan.

  • Respons cepat terhadap perubahan cahaya.

Kekurangan:

  • Tidak akurat untuk pengukuran intensitas cahaya presisi.

  • Respons lebih lambat dibanding sensor fotodioda.

  • Tidak bekerja baik pada suhu ekstrem.

8. Percobaan Sederhana

Tujuan: Mengamati perubahan resistansi LDR terhadap cahaya.
Alat dan Bahan:

  • 1 buah LDR

  • Multimeter

  • Senter

  • Penggaris

Langkah:

  1. Hubungkan LDR ke multimeter (mode ohm).

  2. Ukur resistansi dalam kondisi gelap.

  3. Nyalakan senter dari jarak 10 cm, 5 cm, dan 2 cm.

  4. Catat hasil perubahan resistansi.

Hasil:
Semakin dekat dan terang cahaya → nilai resistansi semakin kecil.

9. Contoh Penerapan di Mikrokontroler (Arduino)

int LDR = A0;      // pin sensor

int LED = 9;       // pin LED

int nilaiLDR = 0;


void setup() {

  pinMode(LED, OUTPUT);

  Serial.begin(9600);

}


void loop() {

  nilaiLDR = analogRead(LDR);

  Serial.println(nilaiLDR);

  

  if (nilaiLDR < 500) {   // kondisi gelap

    digitalWrite(LED, HIGH);

  } else {                // kondisi terang

    digitalWrite(LED, LOW);

  }

  delay(500);

}


Prinsipnya sama seperti lampu otomatis: LED menyala saat gelap dan mati saat terang.

10. Kesimpulan

LDR adalah komponen penting dalam sistem sensor cahaya. Nilai resistansinya berubah sesuai intensitas cahaya yang diterima, sehingga bisa digunakan untuk membuat sistem otomatis seperti lampu otomatis, alarm, atau robot sensor cahaya.


Klik disini untuk Jenis-jenis tranduser

Tidak ada komentar:

Posting Komentar