A. Pengertian Barang Sutiran
Barang sutiran adalah produk hasil penyisihan atau sisa dari proses produksi massal yang masih memiliki nilai guna atau ekonomi. Barang sutiran bisa berupa:
-
Produk cacat ringan (minor defect)
-
Sisa bahan baku yang masih bisa dipakai
-
Produk yang tidak lolos standar kualitas utama tetapi tetap layak digunakan atau dijual dengan harga tertentu.
Contoh:
Dalam produksi massal tas sekolah, ada beberapa tas dengan jahitan kurang rapi — tas tersebut disebut barang sutiran.
B. Tujuan Pengelolaan Barang Sutiran
-
Mengurangi pemborosan bahan dan biaya produksi.
-
Memaksimalkan nilai ekonomi dari barang sisa.
-
Menjaga kebersihan dan kerapian area produksi.
-
Mendukung prinsip produksi berkelanjutan (zero waste).
-
Memberikan peluang usaha baru melalui penjualan barang sutiran.
C. Jenis Barang Sutiran
-
Barang Sutiran Layak Jual
-
Barang memiliki sedikit cacat tapi tetap berfungsi.
-
Bisa dijual dengan harga diskon atau di outlet khusus.
-
-
Barang Sutiran Layak Pakai Ulang (Reuse)
-
Barang tidak bisa dijual tapi dapat digunakan kembali di proses produksi berikutnya.
-
-
Barang Sutiran untuk Daur Ulang (Recycle)
-
Barang tidak dapat dipakai lagi, tetapi bahan dasarnya bisa didaur ulang.
-
-
Barang Sutiran Tak Layak (Scrap)
-
Barang sudah tidak memiliki nilai guna atau nilai jual.
-
D. Proses Pengelolaan Barang Sutiran
E. Contoh Penerapan
Contoh pada produksi kaos sablon massal:
-
Sutiran Layak Jual: Kaos dengan sablon miring sedikit → dijual di pasar diskon.
-
Sutiran Reuse: Potongan kain masih bagus → digunakan untuk lap atau sampel sablon.
-
Sutiran Daur Ulang: Kaos rusak berat → bahan dijadikan kain perca.
F. Manfaat Pengelolaan Barang Sutiran
-
Menambah pendapatan dari penjualan sutiran.
-
Mengurangi limbah industri.
-
Meningkatkan efisiensi dan kontrol kualitas produksi.
-
Menumbuhkan kreativitas dalam mengolah barang sisa.
G. Kegiatan Pembelajaran
1. Diskusi Kelas:
Siswa membahas contoh barang sutiran di sekitar sekolah atau industri rumahan.
2. Praktik:
Siswa diminta mengelola barang sutiran dari kegiatan produksi massal sederhana (misal: membuat gantungan kunci dari sisa akrilik atau kain perca).
3. Refleksi:
Siswa menulis laporan tentang hasil pengelolaan barang sutiran dan manfaat yang diperoleh.
H. Penilaian
I. Kesimpulan
Pengelolaan barang sutiran adalah bagian penting dari sistem produksi massal yang efisien dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, barang sisa dapat diubah menjadi sumber keuntungan dan sarana pembelajaran kewirausa


Tidak ada komentar:
Posting Komentar