Rabu, 24 September 2025

Transduser

Pengertian Transduser

Transduser adalah perangkat yang mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lain. Biasanya, transduser berfungsi untuk mengubah besaran fisik seperti mekanis, panas, sinar, atau kimia menjadi sinyal listrik yang dapat diukur dan dianalisis.

Jenis-Jenis Transduser

1. Berdasarkan Sumber Energi

  • Transduser Aktif
    • Menghasilkan sinyal listrik sendiri tanpa memerlukan sumber energi eksternal.
    • Contoh: termokopel (mengubah panas menjadi listrik), piezoelektrik (menghasilkan listrik saat diberi tekanan).
  • Transduser Pasif
    • Memerlukan sumber energi eksternal untuk menghasilkan sinyal output.
    • Contoh: termistor, strain gauge.

2. Berdasarkan Bentuk Sinyal Output

  • Transduser Analog
    • Menghasilkan sinyal output berupa sinyal kontinu, tampak sebagai nilai tegangan atau arus yang berubah secara halus.
    • Contoh: LVDT (Linear Variable Differential Transformer), termokopel, termistor.
  • Transduser Digital
    • Menghasilkan sinyal output dalam bentuk diskrit (nilai 0 dan 1).
    • Contoh: encoder, sakelar tekanan digital.

3. Berdasarkan Prinsip Kerja (Output Sinyal)



  • Perubahan Resistansi
    • Besaran fisik mengubah nilai resistansi, contohnya RTD (Resistance Temperature Detector), thermistor.
  • Perubahan Kapasitansi
    • Besaran yang diukur mengubah nilai kapasitansi, contohnya sensor kelembaban relatif yang mengubah konstanta dielektrik.
  • Perubahan Induktansi
    • Besaran diukur mengubah nilai induktansi, seperti pada sensor gaya dengan kumparan.
  • Menghasilkan Arus Listrik
    • Besaran yang diukur menghasilkan perubahan arus listrik, contohnya sensor fotolistrik.
  • Menghasilkan Tegangan Listrik
    • Besaran diukur menghasilkan perubahan tegangan listrik, contohnya termokopel dan tacho generator.

Prinsip Kerja Transduser

Prinsip kerja transduser didasarkan pada konversi energi dari bentuk fisik ke energi listrik. Contohnya:

  • Termokopel bekerja berdasarkan efek termoelektrik, yaitu konversi perbedaan suhu menjadi tegangan listrik.
  • Sensor piezoelektrik menghasilkan tegangan listrik ketika terjadi tekanan mekanis.
  • Sensor resistif mengubah resistansi listrik seiring perubahan suhu atau tekanan.
  • Sensor kapasitif mengukur perubahan kapasitansi akibat variasi fisik seperti kelembaban atau posisi.

 

  1. Sensor Cahaya (LDR)
  2. Photo Dioda
  3. Photo Transistor
  4. Sensor Tekanan
  5. Sensor Proximity
  6. Sensor Ultrasonik
  7. Sensor Kecepatan (RPM)
  8. Sensor Magnet
  9. Sensor Penyandi
  10. Sensor Suhu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar